Terima kasih atas kunjungan anda di TEGAS.CO
Home > Berita Utama > Wagub:  Sultra Bukan Daerah Rawan Konflik

Wagub:  Sultra Bukan Daerah Rawan Konflik

tegas.co, KENDARI, SULTRA – Dialog Bidang media massa, Humas dan Sosilasilasi dengan tema “Literasi Media Sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisme di masyarakat” yang digelar oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Tenggara. Kegiatan tersebut  di buka oleh Deputi I Badan Nasiona Penanggulangan Teroris (BNPT) Mayor Jenderal TNI Abdul Rahman Kadir di hadiri Wakil Gubernur Sultra Brigjend TNI (Purn) H. M Saleh Lasata, serta unsur Forum Komunikasi Daerah Sultra di Same Hotel Kendari, Kamis (9/3).

Wakil Gubernur Sultra H. M. Saleh Lasata saat memberikan sambutan di kegiatan dialog Bidang media Massa di Same Hotel Kendari. FOTO : HERMAN
Wakil Gubernur Sultra H. M. Saleh Lasata saat memberikan sambutan di kegiatan dialog Bidang media Massa di Same Hotel Kendari. FOTO : HERMAN

Dialog yang juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan media massa di kota kendari, termasuk perwakilan dari intansi Pemerintahan, TNI/Polri serta swasta tersebut Wakil gubernur H Saleh  Lasata di dapuk untuk memberikan sambutan. Dalam kesempatan itu orang nomor dua di Sultra ini mengaku, mengapresiasi kepada FKPT Sultra yang melaksanakan kegiatan dialog terkait masalah Liberalisai dan Terorisme di wilayah Sultra.

“Sulawesi Tenggara masuk daerah bukan Rawan Konflik atau sarang teroris. Namun demikian dengan berbatasan dengan wilayah-wilayah yang pernah terjadi konflik seperti Ambon Provinsi Maluku dan Poso Sulawesi Tengah patut di waspadai. Untuk itu kegiatan ini sangat didukung, terlebih lagi aktifitas teroris belakangan ini tidak menentu, bahkan di daerah-daerah yang kategri aman dapat saja terjadi adanya teroris,”Ujarnya.

Wakil dari H. Nur Alam itu mengaku, dengan adanya dialog bidang media massa, Humas dan sosialisasi dalam rangka upaya pencegahan dan menangkal radikalisme dan terorisme di masyarakat itu artinya Sultra menjadi bagian yang diberikan perhatian oleh BNPT, termasuk dari insane pers yang ada di Sultra bahkan dari dewan Pers Pusat.

“Kami menyambut baik kegiatan ini. Hasil dari kegiatan ini akan menjadi bagian yang terpenting untuk diuketahui masyarakat banyak di Sultra. Bahwa teroris itu tidak mengenal wilayah aman atau tidak. Pastinya kita akan selalu waspada akan teroris,”Tandasnya.

Sementara itu Deputi I BNPT Mayjend TNI Abdul Rahman Kadir mengatakan, upaya menangkal radikalisme dan teroris itu sangat penting untuk dilakukan oleh semua pihak, termasuk peran media massa. Perkembangan teroris belakangan ini, bukannya semakin menurun tetapi sebaliknya, terlebih lagi adanya rekrutmen-rekrutmen yang dilakukan oleh kelompok-kelompok separatis.

“Keberadaan teroris bisa dimana saja, bahkan pelakunya bukan saja di dominasi oleh kaum laki-laki, tetapi juga perempuan dan anak-anak sudah masuk dalam kelompok teroris. Untuk itulah upaya mencegah dan menangkal Radikaliesme dan Terorisme ini diharapkan semua pihak untuk berperan aktif,”Katanya.

Aksi terorisme yang terjadi di tanah air belakangan inim termasuk yang paling terakhir di Kota Bandung beberapa waktu lalu itu menyebutkan bahwa pelaku teroris di Indonesia masih terus berkembang dan bahkan lokasinya juga berpindah-pindah.

“Peran media dan masyarakat dalam memerangi teoris sangat penting, karena dengan memberitakan dan melaporkan keberadaan terorisme, maka penanggulangan oleh pihak-pihak terkait dapat segera dituntaskan,”Tandasnya dengan menandai pembukaan Dialog Bidang Media Massa.

HERMAN

Top