oleh

Kapolda Sultra Beri Kuliah Umum di Kampus IAIN

tegas.co, KENDARI, SULTRA – Kapala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Pol Andap Budhi Revianto S.Ik, menyambangi Universitas Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Kendari, Sultra. Kedatangannya dalam rangka untuk memberikan kuliah umum dengan tema Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba, Selasa, (16/5/2017) sekitar pukul 09.00 Wita.

Kapala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Pol Andap Budhi Revianto S.Ik Foto bersama dengan petinggi rektorat IAIN Kendari. FOTO : ONNO
Kapala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Pol Andap Budhi Revianto S.Ik Foto bersama dengan petinggi rektorat IAIN Kendari.
FOTO : ONNO

Kapolda dalam memberikan kuliah umum didampingi oleh beberapa pejabat utama Polda Sultra, diantaranya Direktur Bimbingan Masyarakat (Dirbinmas) Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) dan Wakil Direktur Intelijen dan Keamanan (Wadir Intelkam) serta Rektor IAIN Nur Alim dan ratusan Mahasiswa dan Mahasiswi.

Iklan Mubar Iklan Mubar

Dalam Memberikan mata kuliah Umum, Kapolda Sultra Brigjen Pol Andap Budhi Revianto mengatakan, materi ini tentang Pencegehan Pembedaran penyalagunaan dan Pemberantasan terhadap narkoba. Kepolsian Republik Indonesia (Polri) adalah salah satu birokrasi yang paling dekat dengan masyatakat. Perkembangan selama ini, obat-obattan terlarang dan bahan-bahan berbahaya (Narkoba) menjadi tantangan dilingkungan strategis kehidupan dengan adanya narkoba lingkungan merasa tidak nyaman.

“Dengan tantangan lingkungan strategis kehidupan akan menimbulkan ketidak stabilan. Polri adalah salah satu biroksari yg paling dekat masyarakat, makanya saya tekankan kepada anggota saya lakukan tugas dengan ikhlas,” ucapnya didepan ratusan Mahsiswa/Mahasiswi, di Ruang Aula IAIN Kendari.

Ia mejelaskan, barang haram tersebut, masuk ke Indonesia dengan berbagai macam cara. Mulai dari penyelundupan melalui Pelabuhan-pelabuhan, barang itu disembunyikan didalam genset, di pipa silinder, dimasukan dalam pemanas air, dikirim melaui cargo, dikemas dalam teh serta disimpan dalam ban mobil.

“Diantara kita yang ada disini, jangan sampai ada korban apalagi pelaku. Kita menjaga diri kita serta keluarga agar tidak menjadi korban narkoba,” ujarnya.

Untuk diketahui, biasanya para bandar narkoba tidak pernah menggunakan narkoba, hanya saja mereka (Bandar red) hanya mencari keuntungan saja. Narkoba dianggap sebagai kolonial yang baru. Peran masyarakat sangatlah penting. Strategi kedepan, kembali lagi secara prefentif menyelenggarakan kegiatan seminar dan mencegah serta mengutamakan sinergitas.

“Narkoba itu sebagai Kolonialisme yang baru, Polri tidak akan mampu berperan tanpa bantuan masyarakat. Selain itu juga, kita sesuaikan dengan target operasi, meningkatkan pengaman diperbatasan seperti. Kita bekerja sama buat pembangunan yang lebih maju,” tutupnya.

ONNO / HERMAN

Komentar

Iklan Kominfo Sultra