Terima kasih atas kunjungan anda di TEGAS.CO
Home > Berita Utama > Diskumnaker Sampang Sosialisasikan Jamsostek

Diskumnaker Sampang Sosialisasikan Jamsostek

Diskumnaker Sampang Sosialisasikan Jamsostek
Sosialsisai Jamsostek yang dilaksanakan di BLK Sampang. FOTO: TRICAHYO SW

tegas.co., SAMPANG, JATIM – Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang sosialisasikan Jamsostek di Balai Latihan Kerja (BLK) di Jalan Syamsul Arifin, Sampang, Rabu (05/12/2018).

Sosialisasi diikuti oleh Forum Bursa Kerja Khusus (BKK) Sampang, Kepala SMK Negeri dan Swasta Sampang, Kepala BPJS, Dinas Pendidikan, PT Bumi Mas Antar Nusa, PT Mulia Laksana Sejahtera, serta LPK Pusaka Mulia Insan Sampang.

Kepala Dinas Diskumnaker Sampang melalui Kasi Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Agus Sumarso menyampaikan ucapan selamat datang kepada semua undangan dalam menghadiri sosialisasi Jamsostek dan perluasan tenaga kerja di tengah tingginya tingkat pengangguran saat ini.

“Jumlah pengangguran di Kabupaten Sampang sekitar 12.000. Untuk bisa mengatasi permasalah tersebut, Duskumnaker berupaya mencari segala cara untuk mengatasi permasalahan yang ada, diantaranya membedayakan Bursa Kerja Khusus (BKB), Job Fair yang memfasilitasi para pencari kerja dengan perusahaan di luar Sampang,” ujarnya (05/12/2018.

Sementara, Ita Risanti selaku pemateri dari BPJS Sampang mengungkapkan, banyak masyarakat yang tidak faham dan mengerti mana yang bisa masuk BPJS. Yang tidak masuk layanan BPJS kata dia, yakni berobat ke luar negeri dan korban kecelakaan yang ditangani Jasa Raharja.

Program BPJS, lanjutnya, ada yang dibiayai oleh pemerintah dan dibayar perorangan. Yang dibiayai pemerintah hanya mendapat fasilitas Kelas III, lain yang membayar secara perorangan yang bisa ke Kelas I.

Menunurut dia, program BPJS mempermudah para karyawan untuk mengikutkan istri dan dua anak, yang nantinya mereka pemegang kartu BPJS hanya dengan membayar Rp85 ribu untuk satu keluarga/satu paket.

“BPJS bukan swasta, tapi milik pemerintah yang tidak akan mengambil keuntungan, namun membantu JKN (Kaminan Kesehatan Nasional), untuk Puskesmas dan layanan kesehatan lainnya,” katanya.

“Dikutip dari Inpres Nomor 09 tahun 2016 tentang peranan BKK, Pemerintah Pusat sangat menekankan kepada keberadaan BKK karena mempunyai strategi menjadikan SMK jadi ujung tombak dalam menciptakan tenaga kerja,” tutupnya.

KONTRIBUTOR: TRICAHYO SW
PUBLISHER: SALAMUN SOFIAN

Top