Terima kasih atas kunjungan anda di TEGAS.CO
Home > Berita Utama > Kepala BKD Muna Bantah Tudingan Kecurangan Pengumuman SKD CPNS

Kepala BKD Muna Bantah Tudingan Kecurangan Pengumuman SKD CPNS

Kepala BKD Muna Bantah Tudingan Kecurangan Pengumuman SKD CPNS
Kepala BKD Muna, Rustam. FOTO: LA ODE AWALLUDIN

tegas.co., MUNA, SULTRA – Beredarnya informasih di kalangan masyarakat serta media sosial (Medsos) soal dugaan kecurangan yang dilakukan Panitia Seleksi Daerah (Panselda) dalam pengumuman hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) dibantah langsung oleh Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) Muna, Rustam.

Menurutnya, terkait perbedaan format pengumuman antara Panselda dan Panselnas sesungguhnya merupakan langkah Panselda Muna untuk mempercepat proses pengumuman.

“Karena pada saat hari Sabtu dan Minggu hari libur, jadi ketika mulai mendownload sampai dengan menempelkan seluruh hasil pengumuman sebanyak empat ratus lembar lebih itu, waktu sangat mepet. Jadi, kita antisipasi supaya cepat waktunya diumumkan yang penting secara substansi nilai dan keterangan peserta tidak berubah, bisa dibaca dulu langsung, makanya kita keluarkan secara acak. Kita umumkan hasil yang telah dituangkan secara lengkap dan detail oleh Panselnas sepanjang deadlain waktu yang diberikan tidak dilanggar,” kata Rustam, Selasa (03/12/2018).

Ia juga menjamin kepada publik maupun masyarakat bahwa tidak ada permainan apapun dan dalam bentuk apapun yang dilakukan Paselda Muna.

“Apa yang kita lakukan hanya menerusakan tentang hasil yang sudah diluluskan oleh Panselnas, jadi kami hanya meneruskan. Tidak ada keberanian apa lagi yang sifatnya rekayasa dilakukan Paselda, tidak ada sama sekali. Jadi sekali lagi secara tegas Paselda hanya meneruskan apa yang sudah dituangkan melalui Panselnas,” jelasnya.

Terkait beredarnya berbagai macam informasi dan tudingan kata dia semua itu karena kurangnya pemahaman.

“Ada yang bilang tidak lulus kemudian muncul namanya. Saya pikir komplain ini sebenarnya terlambat, karena ini sudah disampaikan sebelum tes bahwa proses verifikasi berkas peserta kita konek dengan pusat, tidak boleh Panselda kerja sendiri karena semua terkoneksi dan diverifikasi online, manual, kemudian kita kirimkan ke situs Panselas, jadi terkontrol semua,” tegasnya.

“Kita pastikan bahwa semua pendaftar yang ada benar-benar kita verifikasi, kecuali orang tidak menyertakan dokumennya,” tandasnya.

KONTRIBUTOR: LA ODE AWALLUDIN
PUBLISHER: SALAMUN SOFIAN

Top