Video, Demo Warga Wawonii di Polda Sultra Tuntut Kapolres Kendari Dicopot

Demo Warga Wawonii di Polda Sultra Tuntut Kapolres Kendari Dicopot

Massa juga minta Gubernur Sultra Copot Kasat Pol PP

Lowongan
Benner lowongan
Selengkapnya
http://tegas.co/lowongan/
Iklan WTP Konsel

tegas.co., KENDARI, SULTRA – Ribuan mahasiswa dan masyarakat Wawonii, Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menggelar aksi di Polda setempat. Aksi tersebut merupakan buntut dari aksi sebelumnya di kantor gubernur Sultra pada Rabu (6/3/2019) lalu, yang berujung ricuh, mengakibatkan sejumlah massa aksi terluka akibat dipukuli aparat, Senin (11/3/2109).

Massa mendesak Kapolda Sultra untuk mencopot Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaidi karena dinilai bertanggungjawab atas jatuhnya korban luka – luka saat aksi ricuh tersebut.

Selain itu, massa juga meminta agar Gubernur Sultra, Ali Mazi mencabut seluruh Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Wawonii Konkep, karena dinilai melanggar perundang – undangan.

TONTON VIDEONYA DISINI

“Meminta kepada Kapolda Sultra untuk mencopot Kapolres Kota Kendari. Meminta Gubernur Sultra untuk mencopot Kepala Sat Pol PP. Minta Gebernur Pencabutan 15 IUP di Kab. Konkep. Mendesak pihak Kepolisian menangkap dan menindak lanjuti oknum yang terlibat dalam kasus penganiayaan,”tulis salah seorang massa dalam rilisnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara membentuk tim investigasi untuk mendalami standar Operasiaol Prosedur (SOP) tindakan yang dilakukan aparat kepolisian saat mengawal aksi demostrasi masyarakat dan mahasiswa Wawonii yang menolak aktifitas pertambang di kabupaten Konawe Kepulauan pada rabu 6 Maret lalu.

Aksi menuai banyak kecaman dari sejumlah aktivitas mahasiswa dan masyarakat. Pasalnya sejumlah mahasiswa dan masyaralat menjadi korban penganiayaan dari aparat kepolisian dan Sat Pol PP Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dir Intelkam dan Propam Polda Sulawesi Tenggara, Kombes Polisi Hartoyo berjanji akan melakukan pemeriksaan terhadap personel dan penanggung jawab pengamanan saat mengawal massa aksi yang berakhir ricuh tersebut.

MAS’UD

Hub (i) kami disini
error: Content is protected !!