Pimpinan dan segenap karyawan dan karyawati serta wartawan/kontributor se Sulawesi Tenggara turut berduka atas berpulangnya Sekertaris Daerah kabupaten Muna, Nurdin Pamone, di RS Awal Bros Makassar, semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah Swt
IKLAN DUKA UCAPAN SEKDA MUNA

Emak – Emak Nelayan Butur Dilatih Mengolah Ikan Bernilai Ekonomis

tegas.co., BUTON UTARA, SULTRA – Tenaga Ahli Bupati Buton Utara Bidang Perikanan dan Pertanian Musida Arifin, membuat kelompok Ibu Rumah Tangga (IRT) alias emak – emak nelayan di Desa Lemo, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kelompok IRT ini dilatih mengolah makanan berbahan ikan bernilai ekonomis, agar ke depan tidak ada lagi ikan yang terbuang percuma karena tidak terserap pasar.

Musida Arifin mengatakan, kelompok wanita nelayan ini dilatih agar bisa memanfaatkan ikan sebagai sumber penghasilan yang memiliki nilai tambah.

“Kalau ikan lagi melimpah, maka tidak ada lagi yang dibuang percuma. Silahkan bawa ke kelompok wanita nelayan ini, pasti akan dibeli dan diolah,”ujar Cinda sapaan Musida Arifin saat ditemui oleh awak media di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Butur, Selasa (19/3/ 2019).

Musida menjelaskan, ikan yang diolah pada umumnya yang tersisa tinggal daging. Kepala, isi perut, dan tulang telah dipisahkan. Daging ikan ini kemudian diolah setengah jadi dan dikemas seperti halnya nuget.

“Tapi kalau untuk kebutuhan rumah tangga diolah langsung untuk dikonsumsi. Kalau untuk dijual ke luar daerah dalam bentuk setengah jadi,”paparnya.

Musida menegaskan, kelompok wanita nelayan tak perlu khawarir jika ingin mengolah ikan. Pasalnya, pasar sudah siap menyerap hasil olahan ikan.

“Kita packing perkilo. Packing menggunakan nilon. Harganya diatas Rp 10 ribu. Tapi harga ini masih akan naik. Yang tampung disini Koperasi Konami,” jelasnya.

Olahan ikan lainnya, lanjutnya, diolah menjadi abon. Abon ikan ini nantinya akan mengisi pasar lokal mau pasar luar daerah, sehingga para kelompok wanita nelayan tidak perlu khawatir jika mengolah ikan. “Pasaran kita jelas,” tegasnya.

Semua bagian ikan, terang Musida, tidak ada yang terbuang. Selain daging yang bisa dijual, kepala, isi perut dan tulang bisa dibuat menjadi pupuk organik.

“Kami sudah latih mereka untuk membuat pupuk organik. Jadi tidak ada ruginya karena semua bagian ikan dimanfaatkan,”ujarnya.

Ikan olahan kelompok wanita nelayan ini pada umumnya dijadikan bahan baku, konsumsi rumah tangga hingga untuk kebutuhan dijual.

REPORTER: S Y P

PUBLISHER: MAS’UD

Advertisements
Iklan HUT Bhayangkara Sutan Raja Hotla Kolaka
Iklan DISkomimfo HUT Antam
Iklan HUT MUNA ke 60
Iklan Kominfo Sultra HUT Bhayangkar
IKLAN DUKA IBU AGISTA ARIANY
Iklan HUT Bhayangkara ke 73 Kota Kendari
Iklan HUT Bhayangkara DPRD Butur
Iklan HUT Bhayangkar Butur
Iklan DPR Butur HUT Bhayangkara
Iklan DUka DISkominfo Prov Sultra
Iklan Pemda Butur HUT Butur ke 12
Iklan DPRD HUT Butur
Iklan HUT Bhayangkara Antam
Iklan HUT Bhayangkara Buteng
Hub (i) kami disini
error: Content is protected !!