Pemkab Koltim Ajak Kader Pemuda Anti Narkoba Bersinergi Berantas Narkoba

Pemkab Koltim Ajak Kader Pemuda Anti Narkoba Bersinergi Berantas Narkoba
Peserta Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba yang diselenggarakan DKN Gema Deaantara di Desa Wanamputeo, Kolaka Timur, Sabtu (13/04/2019).

tegas.co,. KOLAKA TIMUR, SULTRA – Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), serius memerangi peredaran narkoba.

“Kami tidak pernah berhenti melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang Narkoba, terutama pelajar dan pegawai Pemda” kata Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga (Dikmudora) Hj. Surya Hutapea, saat menjadi narasumber Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba di Desa Wanamputeo, Sabtu (13/04/2019) kemarin.

Surya Hutapea mengatakan, Pemkab Koltim, akan bertindak tegas terhadap pengguna Narkoba. Tindakan tegas tersebut sebagai shock terapi bagi yang lain, agar tidak coba-coba menggunakan Narkoba.

“Bulan lalu kami ikut sidak ke sekolah, ada satu orang pakai Narkoba, dikeluarkan dari sekolah. Bukan hanya dikeluarkan, tapi saya perintahkan kepada seluruh sekolah di Kolaka Timur, untuk tidak terima dia, supaya ada efek jera dan pembelajaran bagi yang lain” katanya.

Salah satu Penggiat Anti Narkoba Koltim, La Tasman Pandewa, mengapresiasi sikap tegas tanpa kompromi Surya Hutapea, Istri Bupati Koltim. Menurut Tasman, bukan hanya soal narkoba, tapi beliau juga ketat soal rokok.

“Pegawai Pemda itu sering disidak soal rokok, lihat saja di forum. Jika ada Ibu Bupati mana ada yang berani merokok, apalagi anak sekolah, pasti dikeluarkan itu, tidak boleh sekolah” puji Tasman.

Tasman, Alumni Pelatihan Kader Anti Narkoba, menyampaikan, bahwa Bupati Kolaka Timur, Tony Herbinsyah, telah merencanakan program bersama antara Alumni Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba dengan program Pemkab dalam penanggulangan Narkoba.

“Minggu lalu saya bertemu dengan Bupati, terkait program Pemda soal pencegahan narkoba. Nantinya Alumni pelatihan ini akan diajak bersinergi dan dijadikan komunitas yang dibina Pemda dalam kegiatan pemberantasan narkoba di Kolaka Timur” jelas Tasman.

Sementara itu, perwakilan BNN Kabupaten Kolaka, juga turut hadir dalam kegiatan ini, untuk memberikan materi pada pelatihan ini, merasa terbantu dengan adanya Kader Pemuda Anti Narkoba yang dibentuk oleh Gema Desantara. Sebab Kolaka Timur belum ada BNNK, sehingga masih menginduk sama BNNK Kolaka.

“Ini akan jadi mata dan telinga BNN, karena di sini belum ada BNN. Jadi masih menginduk ke Kabupaten Kolaka BNN-nya, ini akan memudahkan tugas kami” ungkap perwakilan BNN Kabupaten Kolaka.

Jaelani, Ketua Umum Gema Desantara yang mewadahi pembentukan Kader Pemuda Anti Narkoba di Sulawesi Tenggara, sangat bersyukur dengan apresiasi yang diberikan Pemkab Kolaka Timur, kepada para Kader Pemuda Anti narkoba.

Menurut Jaelani, ini akan memperkuat gerakan anti Narkoba di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kolaka Timur.

“Semoga ini berjalan dengan baik, Pak Bupati dan Ibu Kadispora mendukung penuh, kita harus berterimakasih atas komitmennya” ujarnya.

Jaelani, juga berharap kepada para kader Pemuda Anti Narkoba, betul-betul berperan di desanya masing-masing, menyebarluaskan bahaya narkoba dengan harapan kewaspadaan masyarakat dapat tumbuh dan berkembang, melawan narkoba.

“Kader-kader ini pulang ke desa masing-masing menjadi pionir yang dapat mencerahkan masyarakat dari bahaya narkoba, semoga dapat berjalan baik” harapnya.

Ahmad Arif, mewakili Kemenpora RI, menambahkan bahwa, kegiatan Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba ini, adalah Prioritas Nasional Kemenpora RI.

Kegiatan Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba di Kabupaten Kolaka Timur ini, menurut Ahmad Arif, merupakan rangkaian kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya. Kemenpora RI bekerjasama dengan DKN Gema Desantara, telah melakukan pelatihan Kader Anti Narkoba pada lima Kabupaten/Kota di Sulawesi Tenggara, yaitu Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Konawe Utara, Bombana, dan Kolaka Timur.

“Kegiatan ini untuk mewadahi Alumni KIPAN yang telah dilakukan, sebelumnya sudah dilakukan Pelatihan Kader Inti di Provinsi, hari ini dilakukan di tingkat Kabupaten/Kota, kami berharap para alumni ini kembali ke desa masing-masing kemudian membentuk komunitas/kelompok pemuda yang bergerak di tengah masyarakat untuk menangkal narkoba” kata Ahmad Arif.

T I M

Hub (i) kami disini
error: Content is protected !!