Bupati Butur Harap Tiap Desa Miliki Program Unggulan

Bupati Butur Harap Tiap Desa Miliki Program Unggulan
Suasana rapat organik

tegas.co., BUTON UTARA, SULTRA – Demi mengembangkan komoditas unggulan desa  berbasis kawasan, Pemerintah Daerah Buton Utara (Butur) Gelar Rapat Pokja Organik, di Aula Gedung Bapedda, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara Sulawesi Tenggara (Sultra). Rabu 15 Mei 2019.

Lowongan
Benner lowongan
Selengkapnya
http://tegas.co/lowongan/
Iklan WTP Konsel

Turut menghadiri Bupati Butur Abu Hasan, Sekertaris Daerah(Sekda) Muhammad Yasin, Asisten 2 Budianti Kadidaa , Staf Ahli Cinda Musyida Arifin, Para Kepala OPD, Camat/Lurah, Kades serta BPD Se-Kabupaten Buton Utara, serta Tim Ekonomi Komoditi Lintas Benua(EKLB) Provinsi Sultra.

Pertanian organik merupakan  pintu masuk bantuan baik dari pusat dan luar negeri, misalnya bantuan peralatan Pertanian yang telah diberikan beberapa waktu lalu yang telah digunakan untuk pengembangan Pertanian.

Bupati Butur Abu Hasan dalam sambutannya mengatakan membuat program unggulan itu tidak gampang, di Desa harus mempunyai program satu desa, satu unggulan produk. Dalam mewujudkan perkembangan pembangunan ada tiga hal yang harus diperhatikan yaitu dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik dan daya saing.

“Saya mengapresiasi beberapa desa yang telah memperlihatkan wajah pengembangan, “ungkapnya.

Abu Hasan juga meminta kepada  BPMD untuk memperketat alokasi anggaran untuk BUMDES serta para Camat, Lurah dan Kades untuk bekerjasama demi kepentingan masyarakat.

“Beri sangsi bagi yang bandel tentang Bumdes demi kesejahteraan masyarakat,”tegasnya.

Kreatifitas dan inovasi masing-masing Camat, Lurah dan Kades sangat menentukan karena potensi Sumber Daya Alam(SDA) sudah tersedia tinggal bagaimana cara mengelolanya, sehingga dapat juga menurunkan angka kemiskinan.

“Pertanian Organik adalah branding daerah, jadi harus dilestatikan,”terangnya.

Lanjut kata dia, Dalam meningkatkan pelayanan publik, seluruh komponen tidak bisa lagi tinggal diam.

Camat melakukan penetrasi, moderasi kalau ada aparat desa dan BPD nya tidak sinkron.

Setiap desa harus bersaing dari segi infrastruktur sosial, ekonomi dan lain-lain.srbab, wajah perkembangan suatu desa tergantung kinerja Aparat suatu wilayah.

“Masing-masing punya konsep berpikir dan bekerja. Semoga rapat hari ini dapat diikuti dengan baik oleh peserta agar dapat disampaikan kepada masyarakat. Saya berharap , Kades tidak ada yang masuk penjara gara – gara korupsi. Kita bekerja lurus karena tidak ada org tersesat dijalan yang lurus. Kalau mau ada perubahan kita mampu berpikir dan bekerja,” ,”tegas mantan Karo Humas Provinsi Sulawesi Tenggara itu.

S Y P

Hub (i) kami disini
error: Content is protected !!