Sel. Sep 17th, 2019

TEGAS.CO

Berita Video

Persijap Tunjuk Tim Pelatih, 11 Juni Mulai Latihan

Persijap Tunjuk Tim Pelatih, 11 Juni Mulai Latihan
Fabio Oliviera saat memimpin seleksi beberapa waktu lalu

Setelah beberapa waktu lalu Fabio Oliviera memimpin seleksi pemain Persijap sebagai pelatih sementara atau caretaker, kini dinobatkan sebagai pelatih kepala Persijap.

Pelatih kelahiran Rio de jainero Brasil 25 Juni 1973 ini tidak sendirian dalam memoles tim Laskar Kalinyamat. Mantan asisten pelatih timnas Indonesia ini akan dibantu 1 asissten dan 1 pelatih kiper.

Adapun asisten pelatihnya adalah, berlisensi C AFC pernah melatih di Suryanaga Surabaya, PSPK Kota Pasuruan dan Sindo Daraka, dialah Hendry Puji Lesmono.

Selain dibantu asisten pelatih yang pernah bemain untuk Persebaya, Petrokimia Gresik, Deltras Sidoarjo, Persibo Bojonegoro, Persiku Kudus dan Persis Solo, Fabio Oliviera juga dibantu pelatih kiper.

Pelatih kiper yang akan memoles penjaga gawang klub kebanggaan kota ukir ini adalah pelatih kiper muda kelahiran Parepare 9  Januari 1986 dan pernah bermain di Persipur Purwodadi, Prapon Bengkulu, Persinga Ngawi, Persebo Bondowoso, Yahukimo FC dan Persewangi Banyuwangi yang bernama Marzuki, selain menunjuk staf kepelatihan untuk posisi manajer dipegang Arief Setiadi.

Setelah resmi menunjuk tim kepelatihan rencana Selasa 11 Juni 2019 Persijap sudah menggelar latihan guna menyongsong liga 3 nasional meski jadwal resmi belum ada.

Esti Puji Lestari, President klub Persijap sengaja memilih Fabio Oliviera karena yakin dengan kemampuan pelatih asal Brasil ini.

“Saya rasa cocok Fabio melatih Persijap, dan beliau sudah paham aoa yang saya mau karena belakangan  mempelajari dan memegang strategi melatih Persijap, yang pasti kita tidak neko – neko ingin yang cangih – canggih tapi kita mau loss, kebetulan SOP sudah ada dan pelatih tinggal menjalankan,”kata Esti Puji.

Disinggung mengenai asisten pelatih dan pelatih kiper pilihan pelatih asal Brasil ini, Esti mengatakan, dirinya percaya penuh dengan pilihan Fabio, karena harus cocok betul dengan pelatih kepala.

“Saya juga tidak memaksa seperti dulu misalnya pelatih luar Jepara asistennya harus dari Jepara, saya pikir akan sulit karena kepentingan atau pola pandangnya berbeda, kadang – kadang cocok kadang tidak, makanya saya serahkan sepenuhnya wewenang memilih tim terbaik dan tanggung jawabnya penuh, dan saya ingin tim yang solid paham tugas dan tanggung jawabnya,”katanya.

EDI SULTON