Ming. Okt 20th, 2019

TEGAS.CO

Berita Video

Iklan dinas Kominfo Sultra
Iklan HPS Kominfo Sultra
Iklan Koni Dinas Pariwisata
Iklan Koni Bank BPD Sultra
Iklan Koni PU Sumber Daya Air
Iklan Koni Diknas Sultra
Iklan Koni Dinkes Sultra

Daun Kelor Beracun

Daun Kelor Beracun
FOTO: I L U S T R A S I

Sebanyak Tujuh orang warga Kelurahan Kombeli, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, diduga keracunan akibat konsumsi sayuran daun kelor.

Keluarga korban, La Binda (50) mengatakan, adapun kronologis, Selas (18/6/2019) malam sekitar pukul 20.00 wita, salah satu korban belanja di pasar sayur kelor.

Satu jam kemudian setelah mengkonsumsi daun kelor itu, mereka mulai merasa mual dan muntahber.

“Saat mengkonsumsi (daun kelor) satu jam kemudian mereka merasa mual, muntahber sampai siang,”jelas La Binda, ditemui di ruang UGD RSUD Buton, Rabu (19/6/2019).

Advertisements

Esokan harinya sekitar pukul 14.00 wita korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton, untuk dilakukan pertolongan.

Lanjut La Bandi, tujuh orang ini adalah merupakan satu keluarga yang terdiri dari Nenek, anak dan lima orang cucu.

Mereka menduga, penyebab muntahber dan mual itu dikarenakan daun kelor yang dikonsumsinya, sebab tak ada konsumsi lain selain sayur itu dan nasi.

Anehnya daun kelor tersebut, tingkat keawetannya bertahan lama dan tetap kelihatan segar, walaupun sudah satu malam.

“Biasanya kan daun kelor itu, kalau sudah satu malam disimpan sudah mulai layu dan pada rontok. Tapi ini, sampai sekarang daun kelor tersebut masih awet dan segar,”ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Buton, Ramli Code menjelaskan, untuk membuktikan pasien keracunanan makanan perlu ada pemeriksaan dari laboratorium.

“Kita tidak bisa buktikan keracunanan makanan sebelum periksa di laboratorium. Kita belum bisa sebut itu keracunanan makanan, sebelum sampel makanannya diambil dan diperiksa di laboratorium,” ujarnya kepada wartawan.

Kendati demikian, kata dia, pihaknya telah memberikan perawatan di ruang UGD sesuai dengan keluhan pasien. Kemudian diambil sampelnya.

Sampel yang diambil pemeriksaan akan dilanjutkan ke laboratorium Dinas Kesehatan.

“Jadi kami akan laporkan ke Dinas Kesehatan, karena kami tidak memiliki hak,”tutupnya.

SUPARMAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan ucapan pelantikan Nurlin Surunuddin
Iklan Baubau
Iklan Kominfo Baubau
Iklan DPRD Butur
Iklan Nur Sinopoy
IKlan S Y P
Iklan SYP
Iklan Sutan Raja Kolaka
Iklan Sutan Raja Kolaka1
error: Content is protected !!