Advertisements

Upaya Menghancurkan Islam Secara Sistemik

Anhy Hamasah Al Mustanir

Di tengah pandemi saat ini, Islam kembali dilirik oleh berbagai pihak. Stigma negatif tak berhenti dicapkan padanya. Bagi orang yang benar-benar beriman kepada Allah momentum pandemi ini dijadikan ajang untuk muhasabah diri serta menata kehidupan yang lebih Islami lagi. Namun, bagi mereka yang terusik dengan eksistensi Islam maka saat ini jiwa mereka kempas- kempis akan kebangkitan Islam yang semakin dekat. Maka, upaya- upaya yang dilakukan pun amat halus namun berasa kasar.

Oleh sebab itu, ajaran – ajaran Islam yang berhubungan dengan negara pun harus dicampakkan dan harus diganti dengan sistem yang diterapkan saat ini. Padahal, dalam Alquran telah dijelaskan secara detail dan terperinci bahwasanya Islam harus diterapkan secara kaffah(keseluruhan) bukan diambil sekehendak hawa nafsu saja. Melainkan diterapkan secara total baik suka maupun tidak suka atau ada dan tidak adanya kepentingan didalamnya.

Tetapi sayangnya, dunia ini terlalu indah untuk dinikmati tanpa harus peduli dengan aturan-aturan yang telah di titahkan oleh Tuhan-nya. Tak heran, pelecehan Islam bertebaran dimana-mana, hukum- hukum Islam pun dijadikan guyonan dan bahkan ada yang menganggap hukum Islam tak sesuai dengan realita zaman saat ini. Selain itu, Alquran pun dijadikan media untuk tenar dengar cara menginjak- injak dan kemudian menyebarkannya melalui media sosial bukan saja itu Nabi Muhammad SAW pun ikut diperolok-olok.

Sehingga, sangat wajar jika Ide tentang Khilafah pun ikut dikriminalisasi padahal tak satupun imam madzhab yang menyelisihinya. Orang – orang yang menyampaikan ide khilafah pun harus di hotel prodeo kan. Sama seperti perlakuan terhadap orang yang melakukan tindakan kriminal pembunuhan ataupun yang lainnya bahkan hukuman agaknya lebih berat ketimbang pelaku korupsi. Nyatanya, para Koruptorlah yang membuat keuangan negara terpuruk bahkan harus tambal sulam utang ke berbagai Bank Swasta maupun Bank Dunia.

Jika kita tilik lebih jauh, berbagai upaya untuk menjelek-jelekkan Alquran bukanlah aktivitas yang berdiri sendiri tanpa adanya rencana secara sistemik untuk menghancurkan Islam dan umatnya. Pencitraburukan Alquran adalah salah satu bagian yang dimainkan oleh pembenci Islam untuk menghancurkan Islam dan umatnya.

Berbagai upaya penghancuran Islam dan umatnya dapat dibagi menjadi dua skenario besar: Pertama: menjauhkan umat dari Islam. Untuk menghancurkan Islam, umat harus dijauhkan terlebih dulu dari agamanya. Jika umat masih dekat dengan Islam atau masih melaksanakan syariat Islam dengan baik, tentu musuh-musuh Islam tidak akan mampu menghancurkan umat Islam.

Skenario pertama dilakukan antara lain dengan cara: 1. Meracuni pemikiran Islam. Pemikiran Islam yang benar dan lurus disusupi dengan pemikiran-pemikiran yang merusak atas nama “demi menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman”. Paham-paham seperti seperti sekularisme, HAM dan paham-paham sesat dan menyesatkan lainnya berusaha dipaksakan kepada umat agar diterima sebagai pemikiran yang bersumber dari Islam. Contohnya adalah sekularisme. Akibat pemikiran ini, kaum Muslim pada saat ini bebas melakukan hal – hal yang tidak sesuai syariat Islam karena ide ini pula kaum muslim telah memisahkan aturan kehidupan dunia dan agama. Agama hanya mengatur urusan ibadah namun urusan seperti muamalah di ambil dari luar Islam.

  1. Menjelek-jelekkan hukum Islam. Hukum Islam yang agung dan sempurna oleh musuh-musuh Islam dianggap sebagai hukum rimba, tidak beradab, bahkan tidak manusiawi. Contohnya adalah Hukum jilbab dilecehkan karena dianggap mengekang kebebasan wanita. Demikian hukum lainnya. Padahal sangat jelas tuduhan seperti ini sangat keji karena tidak ada dalih yang kuat.
  2. Meruntuhkan kekuatan politik umat. Caranya adalah dengan menghancurkan institusi politik atau negara, yakni Khilafah Islamiyah, yang senantiasa melindungi umat dari makar-makar kaum pembenci Islam. Kehancuran Khilafah Islamiyah terbukti membawa konsekuensi yang sangat besar bagi umat Islam. Umat tidak lagi dibela tatkala kehormatannya diinjak-injak oleh kaum pembenci Islam. Di berbagai negeri, kaum Muslim dihina-dinakan oleh orang-orang kafir tanpa ada seorang pun yang membelanya. Bahkan tanpa adanya Khilafah, akidah umat Islam juga tidak bisa terjaga. Penerapan hukum-hukum diluar Islam dipaksakan oleh Barat dan antek-anteknya di negeri-negeri Muslim tidak bisa dicegah sedikitpun. Bukan saja, Kristenisasi merajalela tanpa ada kekuatan untuk membendungnya. Sungguh, dengan hancurnya Khilafah, umat Islam menuai kehancuran di seluruh aspek kehidupan.
  3. Mencegah kembali berdirinya Khilafah Islamiyah. Kaum pembenci Islam tahu benar bahwa dengan berdirinya Khilafah, umat Islam akan kembali menguasai dunia. Islam akan berdiri tegak menerapkan seluruh syariatnya. Semua ini dipandang sebagai ancaman bagi keberlangsungan ideologi atau sistem yang diemban oleh orang-orang pembenci Islam.Karena itu, setiap upaya kaum Muslim untuk menegakkan kembali Khilafah Islamiyah harus dicegah bagaimana pun caranya.
  4. Memberikan cap negatif kepada para pengemban dakwah. Orang-orang yang secara ikhlas memperjuangkan Islam diopinikan identik dengan fundamentalis, ekstremis, teroris, dan sejumlah cap buruk lainnya hanya gara-gara ada ‘oknum’ yang melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan aturan Islam tatkala berusaha menegakkan Islam. Padahal, bisa jadi ‘oknum’ tersebut justru merupakan binaan atau didikan dari intelijen-intelijen yang memusuhi Islam. Akibatnya, citra para pejuang dakwah pun menjadi negatif di mata masyarakat.

Kedua: menjauhkan Islam dari umat. Untuk menjauhkan Islam dari umat, hal yang dilakukan adalah dengan menyerang akidahnya. Mereka menyerang keimanan umat pada sumber-sumber hukum Islam, yaitu Alquran dan al-Hadis.
Mula-mula, Hadis Nabi saw. sebagai salah satu sumber rujukan dalam penegakan syariat Islam dicoba dikaburkan dan diragukan kebenarannya. Tujuannya agar kaum Muslim tidak mempercayai lagi bahwa as-Sunnah sebagai sumber hukum Islam kedua setelah Alquran. Dengan hilangnya kepercayaan umat terhadap as-Sunnah, jelas akan hilang pula ribuan hukum-hukum yang menjelaskan, mengkhususkan, mengumumkan, atau menguatkan hukum-hukum yang terdapat dalam al-Quran.

Setelah itu, orang-orang pembenci Islam pun menyerang Alquran, sumber utama hukum Islam. Alquran dikatakan tidak lagi sejalan dengan perkembangan zaman sehingga hukum- hukum didalamnya tidak bisa lagi diterapkan secara keseluruhan. Sehingga, hukum – hukum yang di ambil dan diterapkan hanya yang berkaitan dengan ibadah, akhlak, nikah dan waris kemudian hukum yang berkaitan dengan Muamalah dan Jinayat hanya cukup dipelajari tetapi tidak untuk diterapkan dalam kehidupan.

Padahal dasar Islam adalah Alquran. Dengan kata lain, Alquran adalah sumber utama ajaran Islam. Islam tidak bisa dilepaskan dari Alquran, demikian juga sebaliknya. Oleh karena itu, mempercayai kebenaran Alquran adalah termasuk dalam perkara akidah. Artinya, jika kita kufur terhadap seluruh ataupun sebagian isi Alquran maka pada hakikatnya kita telah kafir. Menyakini bahwa Alquran adalah wahyu Allah, bukan rekaan Nabi Muhammad saw. Alquran adalah wahyu yang diturunkan kepada manusia melalui Nabi Muhammad saw. sebagai tuntunan dan pedoman hidup.
Bukti tentang kebenaran Alquran sebagai wahyu Allah dibuktikan oleh Alquran sendiri. Rasulullah saw. telah menantang kaum Quraisy dan orang-orang Arab untuk menandingi Alquran. Tidak ada satupun orang yang bisa membuatnya. Allah SWT berfirman:
“Jika kalian (tetap) dalam keraguan tentang Alquran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Alquran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kalian orang-orang yang benar.” (TQS al-Baqarah : 23).
Selain itu, Allah SWT juga telah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, pada kitab-kitab yang Allah telah turunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab-kitab yang Allah telah turunkan sebelumnya. Siapa saja yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan Hari Kiamat, maka sesungguhnya orang-orang tersebut telah sesat sejauh-jauhnya.” (TQS an-Nisa : 136).

Maka tatkala, kebencian dan makar kaum kafir untuk menghancurkan Islam dan umatnya. Mereka telah melakukan konspirasi canggih dan rapi untuk mengubur Islam. Mereka terus terjaga dan berpikir keras siang-malam untuk mencari dan mencoba cara terbaru untuk menghancurkan Islam. Bahkan mereka tak segan-segan melakukan teror, intimidasi, hingga serangan fisik dalam rangka meluluhlantakkan Islam dan umatnya.

Islam pun akan terselamatkan jika kita semua berpegang teguh dengan syariat Islam. Artinya, kita tidak hanya meyakini Islam sebatas bibir semata. Lebih jauh, kita harus menerapkan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan kita; baik dalam ibadah ritual yang biasa kita laksanakan maupun dalam bidang akhlak dan muamalah seperti politik, ekonomi, sosial, pendidikan, dan sebagainya. Di samping itu, harus ada institusi negara (Khilafah) yang melindungi seluruh kepentingan umat Islam. Dengan institusi inilah seluruh syariat Islam akan diterapkan secara sempurna sehingga akidah umat dapat terselamatkan. Wallahu ‘alam Bisshawab

Oleh: Anhy Hamasah Al Mustanir
(Pemerhati Media)

DMCA.com Protection Status

tegas.co

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas