oleh

Ini Yang Menyebabkan Konut Jebol Dari Virus Corona

Peta penyebaran Corona Virus di Sulawesi Tenggara daN Konawe Utara juga terjangkIt.

TEGAS.CO,. KONAWE UTARA – Upaya keras Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), bersama Gugus Tugas Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) menjaga agar tidak terpapar Virus asal China masuk di bumi oheo akhirnya jebol. Adanya dua kasus Positif di wilayah yang di komandani H. Ruksamin itu menjadikan Konut sebagai Kabupaten ke 16 dari 17 Kabupaten Kota di Sultra terjangkit Virus Corona.

Jebolnya Konut dari Virus Corona tersebut di sebabkan adanya dua warga yang melakukan riwayat perjalanan dari daerah yakni Kota Kendari-Konawe dan dari Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur.

Iklan Mubar Iklan Mubar

Dukung ketahuinya dua warga yang masuk Konut terpapar Virus asal Wuhan China itu setelah pemeriksaan Rapid Test dan Swab tenggorok yang dilakukan oleh tim gugus tugas COVID-19 Konawe Utara dan menyimpulkan bahwa warga inisial N dan M tersebut reaktif atau positif.

Terdapat warganya yang terkonfirmasi reaktif dibenarkan oleh Bupati yang juga ketua Gugus Tugas COVID-19 Konawe Utara H. Ruksamin. Dijelaskan, dari data yang diterima dua warga yang reaktif adalah merupakan warga Desa Amorome, berada di Kecamatan Asera Kabupaten konawe Utara yang sebelumnya melakukan perjalanan dari Konut ke Kota Kendari dan Konawe dan kembali ke Konut.

Warga yang berinisial N dan berjenis kelamin perempuan ini selama perjalanannya di Kota Kendari sempat nginap di Kost Kost-san di wilayah Baruga Kota Kendari selama 4 hari. N juga sempat ke pasar Baruga sebanyak 2 kali dan ke salah satu kampus, seterusnya N menuju Kabupaten Konawe selama sepekan dan kembali ke Konut bersama rekannya melalui jalur Meluhu-Lasolo.

“Tiba di posko penjagaan COVID Konawe Utara di desa Belalo N diperiksa oleh tim medis. Saat Rapid test hasilnya ternyata reaktif dan langsung dikoordinasikan ke pihak Dinas Kesehatan dan RSUD Konut untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya untuk di swab dan yang bersangkutan reaktif sehingga dikarantina mandiri,”beber orang nomor satu di Konut itu.

Sementara warga lainnya berinisila M dengan jenis kelamin laki-laki, merupakan buruh bangunan yang berasal dari Kita Surabaya Provinsi Jawa Timur dan kemudian masuk ke wilayah Konawe Utara ( Konut).

Inisial “M” ini diketahui berada dibumi oheo itu sejak 7 juni lalu atau sekitar sepekan lalu. Kehadirannya di Bumi Oheo untuk bekerja memperbaiki jembatan penghubung Asera yang rusak akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Saat masuk Konut oleh M sudah menunjukkan hasil Rapid Test dati Kota Surabaya, namun oleh tim Gugus Tugas Covid tetap melakukan pemeriksaan kembali dan hasilnya warga asal Surabaya ini ternyata reaktif,”terang Ketua DPW PBB Sultra ini.

Ditambahkan, dari kejadian tersebut timnya langsung bergerak cepat melakukan penanganan lebih intensif terhadap pasien dengan cara mejemput untuk dilakukan perawatan, serta penanganan lebih maksimal di ruang isolasi RSUD Konut guna proses penyembuhan. Selain itu untuk mengatasi terjadinya peningkatan jumlah kasus, pihaknya memperketat posko-posko pengamanan dijalur lintas antar Provinsi dan Kabupaten.

Sementara itu Kepala Puakesmas Andeo Kecamatan Lasolo, Mistati menyampaikan saat melakukan rapid tes di posko pengamanan Covid di desa Belalo tim medisnya terlibat langsung. Saat hasil pemeriksaannya reaktif, pihak tim medis langsung meningkatkan penanganan dengan melakukan tes swab.

“Saat rapid tes kami dari tim Pukesmas Andeo bertugas piket. Memang “N” ini riwayat perjalanannya dari Kota Kendari dan Konawe sedangkan “M” ini dari Jawa Timur, bukan ditemukan di Konawe Utara hanya kebetulan warga Konawe Utara dan yang satunya datang kerja jembatan di Asera,”katanya.

Perempuan berhijab ini meminta kepada seluruh warga Konawe Utara untuk berdoa agar wabah penyakit covid-19 ini tidak menyebar di wilayah kabupaten Konawe Utara dan kita percayakan kepada para petugas Tim gugus tugas pencegahan covid-19 untuk melakukan Penanganan secara maksimal.

AJHIS

Iklan Kominfo Sultra