BBCF Bantu APD Untuk Tenaga Medis di Baubau

Komunitas BBCF saat menyerahkan APD di Puskesmas Latobengke Kota Baubau. (FOTO : JSR)

TEGAS.CO,. BAUBAU – Aksi kepedulian terhadap pencegahan dan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Salah satunya databg dari Indonesia Creative Cities Network (ICCN) melalui Baubau Creative Forum (BBCF) yang meluncurkan Program Aksi Bersama Bantu Sesama (ABBS).

Program tersebut berupa Donasi Alat Pelindung Diri (APD) untuk Tenaga Medis di Kota baubau dan Kabupaten Buton.
Bantuan tersebut berupa 20 buah APD dan 150 Apron di Kabupaten Buton yang diterima langsung oleh Bupati Buton La bakri.

Sementara untuk di Kota Baubau berupa 20 Alat pelindung diri (APD) level 2, Kacamata Pelindung dan 200 Apron untuk tenaga Medis di 5 Puskesmas Kota Baubau.

Selain untuk tenaga medis juga diberikan bantuan 9 APD juntuk Komunitas Relawan Tenaga Kesehatan, serta Donasi Sembako pada masyarakat miskin terdampak Covid 19.

Advertisements
Siapa pilihan anda Silahkan dicentang Bakal calon wali kota Kendari Hasil diskusi dari berbagai sumber menyebut bakal calon wali kota Kendari periode selanjutnya Berikut bakal calon wali kota Kendari

Founder Komunitas Baubau Creative Forum (BBCF), L.M. Ishaq Anshari menyebutkan, Kegiatan sosial ini merupakan kegiatan yang dilakukan serentak jejaring komunitas kreatif di lebih dari 200 Kota/Kabupaten seIndonesia yang tergabung dalam Indonesia Creative Cities Network (ICCN).

“Dari 5 Program yang diluncurkan ICCN pada program Aksi Bersama Bantu Sesama, Baubau Creative Forum (BBCF)mendapat amanah menyalurkan bantuan RESCUE (Reaksi Cepat Komunitas Terdampak)
yang merupakan program tanggap darurat untuk pemberdayaan jejaring ekonomi kreatif di bidang penyediaan pangan dan APD untuk membantu tenaga kesehatan sebagai gugus terdepan dalam mengatasi Covid-19,”ujarnya kepada media ini saat ditemui di Baubau, Jumat, (10/7/2020)

Dikatakan, 5 Puskesmas di Kota Baubau yang menjadi sasaran bantuan tersebut merupakan Puskesmas yang sangat ramai penduduk dengan intensitas penanganan pasien Covid yang tinggi.

Selain itu kebutuhan akan APD juga sangat tinggi dan stok APD kian menipis. Hal ini juga telah diinformasikan oleh pihak puskesmas. Pihak puskesmas menyebutkan masih memerlukan banyak bantuan APD karena petugas medis di puskesmas merupakan garda terdepan pertemuan dengan pasien
yang belum teridentifikasi apakah terkena Covid-19 atau tidak.

Penentuan puskesmas yang akan diberikan merupakan hasil koordinasi BBCF dengan Pengurus Iidonesia Creative Cities Network (ICCN) agar lebih tepat sasaran kepada Puskesmas yang benar-benar membutuhkan APD.

“Kami menyadari betul, bahwa dalam menghadapi situasi saat ini, semua pihak harus bergerak dengan kesadaran dan disiplin diri, untuk dapat lepas dari masa krisis,”tandasnya.

JSR

tegas.co

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas

error: Content is protected !!