Aktivitas Penambangan di Blok Matarape Konut Disoal

Kerua Komisi III DPRD Sultra, Suwandi saat menerima massa aksi FOTO: ARDI

TEGAS.CO., SULAWESI TENGGARA – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Konawe Utara (Kolut) menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan Aspirasi terkait permasalahan aktivitas pertambangan di Blok Matarape, Selasa (11/8/2020)

Perwakilan massa aksi menyampaikan bahwa blok Matarape adalah bekas kawasan IUP PT. Inco yang telah berada pada status Quo (Diputihkan) oleh pemerintah melalui Kementrian ESDM Republik Indonesia yang menetapkan PT Antam sebagai pemenang lelang.

Namun dalam perjalanannya bahwa Pemda Sullteng dan Sultra melakukan gugatan ke Ombudsman RI terkait hasil putusan lelang tersebut.

Kata perwakilan massa aksi, Ombudsman RI kemudian melakukan investigasi serta penyelidikan dan menemukan adanya maladministrasi dalam proses lelang, sehingga Ombudsman RI memberikan surat ke Kementrian ESDM RI untuk membatalkan pemenang lelang ke PT Antam.

Massa menduga di kawasan bekas PT. Inco masih banyak aktivitas perusahaan-perusahaan dalam kawansan tersebut yang notabene sudah dalam status quo oleh pemerintah.

“Kuat dugaan kami bahwa ada kekuatan besar yang membackup di kawasan blok matarape sehingga masih banyak aktifitas perusahaan di kawasan yang telah diputihkan dan dikembalikan oleh negara tersebut”jelas salah seorang perwakilan aksi dengan pengeras suaranya.

Aliansi Mahasiswa dan masyarakat Konawe Utara meminta kepada DPRD Sultra untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) serta menghadirkan pihak terkait untuk membahas permaslahan yang terjadi di blok matarape Konut.

Menaggapi Hal itu Ketua komisi III DPRD Sultra, Suwandi yang menerima massa aksi setuju untuk melakukan Hearing dan meminta kepada Aliansi mahasiswa dan masyarakat konut untuk ikut hadir jika RDP dilaksanakan.

“Saya setuju kita akan sesegara mungkin mencari waktu untuk kita melakukan Rapat dengar pendapat,”Suwandi

Lanjud Suwandi, dirinya meminta agar Aliansi mahasiswa dan masyarakat Konut membawa data pembanding sehingga bisa dicocokkan kepada pihak terkait. “Apakah dugaan aktivitas pertambangan di blok matarape itu benar terjadi,”tutupnya. Usai diterima massa aksi membubarkan diri dengan tertib.

ARDI SAPUTRA / MAS’UD

tegas.co

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas