Semakin Dihadang, Khilafah Semakin Terang

Nelliya Azzahra (Aktifis Muslimah Jambi dan Novelis)

Akhir-akhir ini isu Khilafah menjadi perbincangan hangat. Masyarakat yang awalnya tidak tahu apa itu Khilafah kini mulai mengerti dan fasih mengucapkannya.

Istilah Khilafah sesungguhnya bukanlah istilah asing dalam khazanah keilmuan Islam, sebab Khilafah adalah ajaran Islam sebagaimana ajaran Islam lain seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan lainnya.

Dalam buku Fiqh Islam karya H. Sulaiman Rasyid di halaman 494 Bab XV ada bab khusus tentang Khilafah. Dalam buku tersebut dijelaskan Khilafah adalah suatu susunan pemerintahan yang diatur menurut ajaran agama Islam, sebagaimana yang dibawa dan dijalankan oleh Nabi Saw dan dilanjutkan oleh khulafaur rasyidin.

Khilafah sebagai sebuah sistem kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Orang yang memimpinnya disebut Khalifah, dapat juga disebut Imam atau Amirul Mukminin.

Namun, ada juga pihak yang memandang Khilafah sebagai ancaman. Mereka adalah pihak yang memiliki kepentingan.

Khilafah oleh Barat dianggap sebagai suatu ancaman yang menakutkan. Sebab, ketika tegak, Khilafah akan menghentikan hegemoni Kapitalisme Barat atas dunia, yang akan mengganggu kepentingan mereka, khususnya dalam masalah politik dan ekonomi.

Istilah radikalisme, moderasi Islam, dan narasi Pancasila pun dipakai oleh rezim sebagai senjata untuk menyerang gagasan Khilafah. Targetnya, membangun narasi bahwa Khilafah adalah ide berbahaya dan tak layak ditarik dalam konteks kekinian. Bahkan ide Khilafah sudah seharusnya dikubur dalam-dalam.

Karena itu umat muslim harus waspada. Jangan sampai termakan opini yang disebarkan oleh pihak-pihak yang takut akan kebangkitan Islam. Kita umat muslim tak perlu takut dengan Khilafah. Karena itu merupakan bagian dari ajaran Islam.

Sejarah telah mencatat sepak terjang perjalanan Khilafah sampai runtuhnya. Telah banyak digambarkan bagaimana potret kegemilangan Khilafah Islamiyah selama menaungi umat Islam dan warga negaranya yang kafir (ahlu dzimmah). 13 abad lamanya Khilafah berkuasa dan menguasai dua pertiga dunia. Dalam kurun waktu itu kesejahteraan telah dirasakan oleh umat.

Maka kesia-siaan belaka segala upaya yang dilakukan untuk menghadang tegaknya Khilafah. Mereka yang menghadang tegaknya Khilafah bagai mencegah matahari terbit. Tak akan mampu. Karena kembalinya Khilafah ala minhajin nubuwwah adalah janji Allah Swt.
Dari Hudzaifah r.a., ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya (no. 18430), Abu Dawud al-Thayalisi dalam Musnad-nya (no. 439); Al-Bazzar dalam Sunan-nya (no. 2796)).

Semakin dihadang, khilafah akan semakin terang. Hadirnya sebuah keniscayaan.
Wallahu a’lam bishshawab

Penulis: Nelliya Azzahra (Aktifis Muslimah Jambi dan Novelis)

Oleh: Nelliya Azzahra (Aktifis Muslimah Jambi dan Novelis)
Editor: H5P

tegas.co

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas