oleh

Tidak Memenuhi Standarisasi, PT Yudafia Terancam Ditutup

Lokasi PT Yudafia
Lokasi PT Yudafia

TEGAS.CO,. KONKEP – PT.Yudafia agen peyalur minyak dan solar, yang terletak di kec.Wawonii Barat, Konawe Kepulauan (Konkep) Sulawesi Tengara (Sultra) menuai sorotan dari pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat setempat, bagaimana tidak pihak pengelola PT.Yudafia tidak pernah mengindahkan surat teguran yang di layangkan Pemda, belum lagi adanya laporan masyarakat terkait pelonjokan harga di atas harga normal.

Kepala bagian Ekonomi Konkep Chairullah menjelaskan, APMS yang saat ini beroperasi di kota Langara menyalahi aturan yang ada seperti, sarana dan prasarana yang tidak layak, pengunaan liter yang seharusnya menggunakan dispenser, MCK yang tidak ada dan tangki yang tidak di tanam.

Iklan Kominfo Sultra

“Kami sudah dua kali melayangkan surat teguran di tahun 2019 dan 2020, tetapi lagi-lagi tidak ada respon baik dari pihak pengelola untuk di lakukan pembenahan sarana. Mestinya tidak menggunakan liter, tangkinya harus ditanam, belum lagi MCKnya tidak ada, tentu itu tidak ada memenuhi standarisasi yang ada”, ucapnya, Jum’at (1/1/2021)

Sementara itu di tempat yang berbeda kepala bidang perizinan, Asrul Sani Kadir mengungkapkan sejauh ini dari pihak PT. Yudafia baru memenuhi 2 unsur sejak di layangkan surat teguran yaitu, pemenuhan izin UKL dan UPI melalui dinas lingkungan hidup (DLH).

“Terkait akta jual beli tidak ada yang mampu di buktikan dan sejauh ini belum ada pembenahan baik dari pembagunan dan sara-prasarana agar aman ketika beroperasi”, katanya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa dalam waktu dekat akan dilayangkan surat teguran ke 3 apabila sudah di tanggapi, maka akan di berikan waktu tanggapan,

“Apabila surat teguran sekaligus pamanggilan tidak ada respon dari PT.Yudafia maka kami akan ke Makassar untuk menelusuri itu paling tidak kontraknya dimatikan atau diputuskan”, tandasnya.

RE Salah seorang masyarakat, juga keluhkan pengelolaan dan sarana dan prasarana di PT. Yudafia, belum lagi adanya onjokan harga hingga Rp 7.500.

“Ketika kita membeli menggunakan jerigen, belum lagi saya sering melihat adanya penjualan menggunakan mobil keliling atau biasa di sebut dengan istilah kencing malamsecara diam-diam, sehingga masyarakat deposit bahan bakar”, ucapnya

Salah satu karyawan APMS yang engan disebutkan pula namanya membenarkan hal tersebut bahwa terkait pelonjokan harga hingga Rp. 7.500 tersebut benar adanya ketika membeli mengunakan jerigen dan pelonjakan tersebut buat gaji karyawan.

 

Reporter : Arkam Asrulgazali

Editor : YA

Iklan polda
DMCA.com Protection Status

Komentar