oleh

Golkar Sultra “Dimainkan”

Golkar Sultra "Dimainkan"
Ketua DPD I Partai Golkar Sultra, H. Herry Asiku, SE

TEGAS.CO., SULAWESI TENGGARA – Partai golongan karya (Golkar), Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai “dimainkan”. Permainan ini diduga sengaja di desain untuk kepentingan pemilihan Wali kota Kendari yang belum ada kepastian, apa di 2022 atau pada 2024.

Terhembus, hasil wawancara ketua DPD I Partai Golkar, H. Herry Asiku, SE kepada beberapa wartawan di “framing” atau sebuah teori / proses tentang bagaimana pesan media massa memperoleh perspektif, sudut pandang, atau bias.

Iklan Kominfo Sultra

Secara harfiyah, framing artinya pembingkaian dari kata frame yang berarti bingkai.

Pasalnya, rekaman hasil wawancara beredar di salah satu group WhatsApp yang isinya tidak sesuai dengan apa yang diberitakan.

Menanggapi hal itu, ketua DPD I Partai Golkar Sultra, H. Herry Asiku, SE tak ingin memperuncing framing tersebut.

Dirinya bilang, tak ada kata bahwa cuma semata – mata satu kader partai Golkar yang disiapkan untuk Pilwali Kendari.

“Saya belum pernah diwawancarai wartawan atau media manapun, mengatakan kalau Golkar mengusung satu kader semata. Itu hoax atau tidak benar berita media itu. Saya katakan kepada wartawan yang aktif disini meliput di DPRD Sultra, semua kader Golkar memiliki kesempatan yang sama untuk diusung di Pilwali Kendari maupun di pilkada lainnya,”ucap Herry Asiku dengan bijak, Sabtu (10/1/2021) malam di gedung utama paripurna DPRD Sultra.

Herry Asiku menambahkan, untuk Pilwali Kendari memberikan kesempatan semua kader partai Golkar.

“L.M Inarto, Sahabuddin dan L.M Rajab Jinik dan Aksan Jaya Putra merupakan kader partai Golkar dan seluruh rakyat memiliki kesempatan yang potensial,”katanya.

Herry Asiku mengatakan, karena semua kader Golkar punya peluang yang sama di pilwali Kendari. Golkar nantinya akan menentukan berdasarkan elektabilitas calon bersangkutan dan diusulkan dari pengurus di tingkat bawah.

Sementara itu, mantan ketua DPD I Partai Golkar Sultra Ridwan Bae menjelaskan, proses dimulai dari akar rumput kepengurusan Partai. Masukan, saran dan pendapat konlur dan komcat.

Lalu aspirasi dari Komcat itu dijadikan data di tingkat DPD II Partai Golkar Kota Kendari. Selanjutnya DDP II Golkar itu merangkum 5 atau sebanyak-banyaknya Bakal Calon.

“Minimal 5 orang kemudian dikirim ke DPD I Golkar Sultra. Ditingkat DPD I tersebut Internal Partai Golkar menetapkan minimal 3 orang dan dikirim ke DPP. Bola akhirnya itu DPP menentukan 1 Bakal Calon yang mendapat rekomendasi. Jadi tidak perlu kita berdebatkan siapapun calon yang mau maju dari partai golongan karya itu terbuka lebar bagi partai golkar,”tegas Wakil Ketua Komisi V DPR RI.

MAS’UD

Iklan polda
DMCA.com Protection Status

Komentar