oleh

Cecar Pompeo, Jurnalis Gedung Putih VOA Dipindahtugaskan

Gedung kantor Voice of America di Washington D.C., 15 Juni 2020.(Foto: Andrew Harnik/AP)
Gedung kantor Voice of America di Washington D.C., 15 Juni 2020.(Foto: Andrew Harnik/AP)

Anggota Kongres Amerika Serikat, Gregory Meeks dari New York dan Michael McCaul dari Texas, Selasa (12/1), mengkritik keras Kepala Badan Meia Global AS (U.S. Agency for Global Media/USAGM) dan Voice of America karena penggantian seorang jurnalis yang meliput Gedung Putih.

Pada Senin (11/1) malam, Patsy Widakuswara diberitahu bahwa ia dipindahtugaskan dari liputan Gedung Putih. Pemberitahuan itu hanya beberapa jam setelah jurnalis veteran itu mencoba melontarkan sejumlah pertanyaan kepada Menteri Luar Negeri Mike Pompeo usai berpidato di kantor pusat VOA.

Iklan Kominfo Sultra

“Ini Amerika Serikat. Kami tidak menghukum jurnalis kami yang mencari jawaban atas pertanyaan mereka. Pers yang bebas dan adil adalah inti dari Konstitusi kita dan Demokrasi kita,” kata Meeks dan McCaul dalam pernyataan Bersama. Meeks adalah ketua baru Komite Urusan Luar Negeri DPR, sedang McCaul adalah pemimpin Faksi Republik.

Pada Senin (11/1), pukul 22.30 waktu setempat, Widakuswara diberitahu bahwa ia dipindahtugaskan ke liputan umum, dari tugasnya meliput di Gedung Putih. Alasan atas keputusan itu tidak diberikan.

Seorang juru bicara VOA menjawab pertanyaan seputar pemindahtugasan Widakuswara, mengatakan organisasi pemberitaan itu tidak memberikan komentar mengenai urusan para karyawannya. USAGM juga tidak memberi tanggapan.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Direktur VOA Robert Reilly di kantor pusat Voice of America, Washington, Senin, 11 Januari 2021
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Direktur VOA Robert Reilly di kantor pusat Voice of America, Washington, Senin, 11 Januari 2021

Para direktur VOA memiliki wewenang untuk memindahtugaskan para anggota staf sesuai keinginan mereka. Namun, sejumlah kelompok jurnalis dan lembaga pelapor rahasia pelanggaran (whistleblower) mengkritik langkah itu sebagai serangan terhadap kebebasan pers.

Meski VOA didanai oleh para pembayar pajak, para jurnalisnya bekerja dengan kerangka kerja “firewall” yang dirancang untuk melindungi independensi mereka dari politik. Tradisi itu mendapat tantangan dari Michael Pack, orang pilihan Presiden Donald Trump, yang menjadi CEO USAGM, lembaga induk VOA, pada Juni.

Tindakan terhadap Widakuswara adalah “serangan terhadap Amandemen Pertama,” kata Zeke Miller, presiden White House Correspondents Club, dalam sebuah pernyataan.

“Pemindahtugasan Patsy Widakuswara oleh VOA karena ia melakukan pekerjaan, yaitu mengajukan pertanyaan adalah penghinaan dari prinsip-prinsip yang dibahas Menteri Luar Negeri Pompoe dalam pidatonya,” ujar Miller.

Anggota Kongres Gregory Meeks, di South Carolina.
Anggota Kongres Gregory Meeks, di South Carolina.

ia menambahkan memindahkan Widakuswara dari pos liputannya “merugikan kepentingan seluruh warga Amerika yang bergantung pada pers bebas untuk belajar mengenai tindakan-tindakan pemerintah mereka, dan memberi rasa nyaman bagi upaya-upaya untuk membatasi kebebasan pers di seluruh dunia.”

Widakuswara seharusnya ikut meliput kunjungan Presiden Donald Trump ke Texas, Selasa (12/1), untuk para audiens VOA. Lawatan itu adalah penampilan pertama Trump di muka publik sejak para pendukungnya dengan beringas menerobos masuk ke Gedung Kongres pekan lalu. Insiden tersebut menewaskan lima orang, termasuk anggota Kepolisian Kongres.

Bahkan sebelum Pompeo berbicara, Proyek Akuntalibitas Pemerintah (Government Accountability Project/GAP), sudah mengirimkan peringatan tertulis kepada USAGM mengenai pengaturan peliputan acara itu yang tampaknya melanggar Piagam VOA, yang melindungi independensi editorial lembaga itu dan etika jurnalisme. GAP melindungi para pelapor pelanggaran federal.

“Patsy hanya melakukan tugasnya. ‘Pemindahtugasannya” adalah campur tangan politik pembalasan. Tindakan itu adalah pelanggaran ilegal ‘firewall’,” kata David Seide, pengacara senior GAP kepada VOA. Organisasi itu mewakili 20 jurnalis aktif dan mantan jurnalis yang menghubungi organisasi itu untuk berbagai kekhawatiran dalam beberapa bulan terakhir.

Anggota Kongres Michael McCaul di Capitol Hill, 16 September 2020.
Anggota Kongres Michael McCaul di Capitol Hill, 16 September 2020.

Dalam pernyataan Bersama, McCaul dan Meeks mengatakan bahwa mereka frustrasi ketika mengetahui bahwa Widakuswara dipindahtugaskan setelah menanyai Pompeo.

“Tidak ada alasan resmi untuk tindakan itu, yang tidak diberikan, kami percaya ia (Widakuswara) harus dikembalikan (ke tugas semula.red),” kata mereka. “Ini Amerika Serikat. Kami tidak menghukum jurnalis kami yang mencari jawaban atas pertanyaan mereka. Pers yang bebas dan adil adalah inti dari Konstitusi kita dan Demokrasi kita”

Pada Senin (11/1), Pompeo berbicara mengenai “Kehebatan Amerika” dalam pidato di VOA dan apa yang menurut pandangannya sebagai peran yang tepat bagi VOA untuk mempromosikan nilai-nilai Amerika di seluruh dunia. Acara itu dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab dengan Reilly, yang tidak mengajukan sejumlah pertanyaan yang sudah diberikan oleh para jurnalis lembaga itu. Sejumlah pertanyaan wartawan antara lain tentang penyerangan terhadap Gedung Kongres atau langkah Pompeo yang pada pagi itu untuk menyatakan kelompok Houthi di Yemen sebagai organisasi teroris.

Saat Pompeo berjalan keluar dari gedung kantor pusat jaringan itu, Widakuswara mengikuti dan mencoba melontarkan pertanyaan kepadanya.

Sebuah rekaman video menunjukkan Widakuswara meneriakkan pertanyaan kepada Pompeo ketika ia meninggalkan gedung VOA. Pertanyaan tersebut termasuk apakah ia menyesal mengatakan akan ada transisi mulus ke “pemerintahan Trump kedua” meski Trump kalah dari Joe Biden, dari Partai Demokrat.

Dalam cuplikan itu, ia terdengar berbalik ke Reilly dan menanyakan mengapa ia tidak menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang para wartawan ingin mengetahui jawabannya.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berbicara di National Press Club di Washington, 12 Januari 2021.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berbicara di National Press Club di Washington, 12 Januari 2021.

Menanggapi pertanyaan itu, direktur terdengar menanyakan siapa Widakuswara. Setelah ia memperkenal dirinya, Reilly mengatakan kepada Widakuswara “Kamu jelas tidak tahu bagaimana harus bersopan santun,” dan menambahkan bahwa ia tidak berwenang untuk mengajukan pertanyaan.

Widakuswara menjawab bahwa ia adalah jurnalis dan tugasnya adalah mengajukan pertanyaan.

Sebelum dipindahtugaskan, Widakuswara meliput Gedung Putih untuk situs web, TV, dan radio VOA. ia juga menjadi penyiar untuk siaran podcast layanan Bahasa Indonesia di mana ia memulai karier sebagai reporter.

Dalam pidatonya di kantor pusat VOA, Pompeo memohon para wartawan di jaringan itu untuk melaksanakan misi VOA dan menegakkan kebebasan pers.

Menlu yang segera habis masa jabatannya itu mengkritik sekelompok jurnalis di USAGM setelah GAP menulis surat atas nama mereka kepada Pack dan Reilly. Surat tersebut berisikan keprihatinan bahwa menyiarkan acara seorang pejabat pemerintahan secara langsung berisiko melanggar hukum dan aturan VOA.

Keputusan manajemen VOA untuk menyiarkan secara langsung pidato Pompeo dikritik karena berpotensi merusak kredibilitas jaringan pemberitaan itu.

CEO Badan Media Global AS (USAGM) Michael Pack.
CEO Badan Media Global AS (USAGM) Michael Pack.

Nick Cull, profesor diplomasi publik di Annenberg School for Communication and Journalism, di University of Southern California, mengatakan kepada VOA bahwa mengizinkan pidato pejabat senior AS untuk disiarkan secara langsung adalah upaya mengurangi VOA menjadi sekadar lembaga penyiaran negara.

“Ketika seorang pejabat pemerintah mendatangi lembaga penyiaran yang didanai negara dan bersikeras bahwa propaganda tertentu disiarkan, hal itu merusak diri sendiri dan merusak klaim-klaim bahwa lembaga penyiaran itu mungkin saja akan obyektif,”kata Cull.

“Hal itu menurunkan Voice of America menjadi tidak hanya lembaga penyiaran yang didanai negara, tapi lembaga penyiaran negara.”

Berbagai kritikan atas pemindahtugasan Widakuswara dari liputan Gedung Putih adalah langkah terbaru oleh badan itu untuk mengalikan perhatian para legislator dan kelompok-kelompok pelindung pelapor rahasia atas cara Pack mengelola lembaga itu dan dugaan upaya-upaya untuk ikut campur dalam independensi editorial VOA.

Pada November, sebuah pengadilan distrik AS melarang Pack dan pembantunya untuk ikut campur langsung di VOA hingga perkara gugatan tuduhan pelanggaran “firewall” selesai. Kantor Inspektur Jenderal mengirim sejumlah surat kepada Pack untuk memperingatkan kepala eksekutif itu mengenai perlindungan terhadap para pelapor rahasia dari upaya pembalasan. Kantor Penasihat Hukum Khusus memerintahkan CEO untuk menyelidiki dugaan-dugaan pelanggaran oleh para pejabatnya sendiri.

 

Sumber: www.voaindonesia.com

Publishern: B_Kan

Iklan polda
DMCA.com Protection Status

Komentar