Terima kasih atas kunjungan anda di TEGAS.CO
Home > Tegas.co Nusantara > IKPMD Gelar Karnaval Budaya Memupuk Rasa Nasionalisme

IKPMD Gelar Karnaval Budaya Memupuk Rasa Nasionalisme

tegas.co, YOGYAKARTA – Acara bertajuk Gelar Budaya Semarak Legenda Dendang Suku Nusantara (Selendang Sutera) menyelenggarakan Karnaval Budaya di Puro Pakualaman, Minggu (30/4/2017). Karnaval Budaya tersebut mengambil start di Museum Vredeburg hingga Puro Pakualaman.

Penampilan Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) se-Indonesia. FOTO : NADHIR
Penampilan Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) se-Indonesia.
FOTO : NADHIR

Jupri Aprisianto, selaku Koordinator Karnaval Budaya mengatakan, lewat kegiatan ini kami berusaha memperkenalkan keberagaman budaya daerah se-Indonesia pada masyarakat Jogja.

“Lewat kegiatan ini, kami terutama memfasilitasi mahasiswa-mahasiswa dan pelajar yang dari luar Jogja agar bisa memperkenalkan budayanya” Ujarnya.

Penampilan yang ikut andil dalan kegiatan tersebut diantaranya Prajurit Bergodo, Akademi Maritim Jogja, IKPMD se Indonesia, Komunitas Garuk Sampah, Rumah Garudan dan lainnya.

Jupri berharap agar kegiatan ini terus berlanjut. Ia juga menerangkan, dengan kegiatan seperti ini sangat cocok untuk menyatukan dan saling mengenalkan perbedaan dan tradisi diantara daerah.

Singgih Rajardjo selaku Wakil Kepala Dinas Kebudayaan Yogyakarta sangat mendukung atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menjelaskan lewat Karnaval Budaya ini mampu memperlihatkan bahwa budaya kita sangat banyak dan beragam.

“Kegiatan ini mencerminkan budaya yang ada di Indonesia dengan bertujuan ingin menyatukan. Bukan hanya menampilkan, tetapi juga ingin merasakan bahwa kita punya berbagai macam budaya di Indonesia” Tuturnya.

“Budaya diseluruh Indonesia berada di Jogja, karena seluruh warga Indonesia belajar dikota Jogja” Lanjutnya.

Singgih juga berpesan agar masyarakat Jogja selalu menjaga mahasiswa dan pelajar yang berasal dari luar daerah dan jangan sampai mereka kehilangan budayanya masing-masing.

“Kita jaga para mahasiswa daerah, jangan sampai mereka kehilangan budayanya masing-masing. Justru mereka tetap menjaga budayanya tetapi juga mengetahui budaya jogja, walaupun mereka sudah keluar, mereka tidak akan lupa dengan budaya kita (Jogja)” Jelasnya.

Singgih berharap kegiatan ini bisa memupuk rasa nasionalisme dan menyatukan NKRI kita, serta masyarakat Jogja akan selalu menjadi kota yang diidamkan banyak orang, sehingga orang akan selalu kangen kembali kesini, karena kota ini memang Istimewa.

NADHIR ATTAMIMI / HERMAN

Top