Terima kasih atas kunjungan anda di TEGAS.CO
Home > Berita Utama > Mau Duduk Kembali, Balon Bupati Kolaka Catut Program Presiden Jokowi

Mau Duduk Kembali, Balon Bupati Kolaka Catut Program Presiden Jokowi

Warga Kolaka Sampaikan Keluhan Kepada Presiden Jokowi Melalui Surat Via Pos

tegas.co., KOLAKA, SULTRA – Puluhan warga kelurahan Lalombaa, kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengirim sepucuk surat kepada presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) melalui kantor pos setempat, sekitar pukul 14.00 Wita, Rabu (07/2/2018). Aksi ini dilakukan karena sejumlah program dari pusat yang dianggarkan melalui APBN dicatut sebagai program keberhasilan pemerintah daerah Kolaka guna memuluskan perjalanan, Ahmad Safei dalam pemilihan kepala daerah periode kedua.

Mau Duduk Kembali, Balon Bupati Kolaka Catut Program Presiden Jokowi
Zakaruddin perwakilan warga Kolaka merasa korban pembohongan Ahmad Safei FOTO: ASDAR LANTORO

Selain melaporkan pencatutan program pembangunan di Kolaka tersebut, dalam Surat itu juga masyarakat mengucapkan terima kasih karena presiden telah berhasil mengucurkan bantuan sosial di Kolaka.

“Bantuan sosial seperti pembagian sertifikat gratis (prona), pembagian raskin, pelebaran jalan, Rastra gratis, Kartu Indonesia Sehat (KIS) serta berbagai manfaat lainnya yang dapat dirasakan warga Kolaka,”ungkap warga Kolaka, Zakaruddin.

Zakaruddin menyayangkan, dirinya bersama sebagian warga merasa dibohongi oleh Pemda Kolaka yang selalu mencatut program tersebut sebagai keberhasilan Pemda setempat.

“Ini untuk memuluskan perjalanan Ahmad Safei dalam pencalonannya pada pemilihan Bupati periode 2018-2023. Padahal semua itu merupakan program dari pusat yang dianggarkan dari APBN bukan APBD Pemda Kolaka,”kesal Zakaruddin.

Masih kata Zakaruddin, dalam surat yang dikirim bersama warga berisi keluhan, diantaranya seringnya terjadi pemadaman listrik yang merugikan masyarakat.

Saat dikonfirmasi, Ahmad Safei belum dapat ditemui, berhubung sibuk dalam bersosialisi untuk pilkada serentak 2018-2023. dan akan diklarifikasi selanjutnya.

REPORTER: ASDAR LANTORO

PUBLISHER: MAS’UD

Top
error: Content is protected !!