Terima kasih atas kunjungan anda di TEGAS.CO
Home > Berita Utama > Tepis Isu TKA, Pangdam XIV/Hasanudin Berkunjung di VDNI Konawe

Tepis Isu TKA, Pangdam XIV/Hasanudin Berkunjung di VDNI Konawe

tegas.co., KONAWE, SULTRA– Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI Surawahadi, berkunjung di perusahaan pertambangan PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), di Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara, Rabu 12 September 2018.

Tepis Isu TKA, Pangdam XIV/Hasanudin Berkunjung di VDNI
Pimpinan PT VDNI Mr. Tony Zhou bersama Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI Surawahadi saat menanam pohon di area pabrik FOTO: ISTIMEWA

“Kunjungan kami di Morosi untuk menepis anggapan di masyarakat bahwa PT.VDNI  menolak kunjungan Pejabat daerah sekaligus melihat kebenaran issue yang berkembang di masyarakat terkait tenaga kerja asing lebih banyak dibanding tenaga kerja dalam negeri,”tutur Surawahadi.

Dirinya juga menambahkan hasil koordinasi dengan manajemen PT VDNI ternyata isu tentang dominannya tenaga kerja asing tidak benar adanya. kemudian kehadiran pihak keamanan di lingkungan perusahaan adalah untuk memberikan rasa aman bagi investor agar perusahaan dapat melaksanakan pembangunan pabriknya sesuai dengan progres yang sudah direncanakan.

“Pembangunan Smelter Pemurnian Ore PT.VDNI di Morosi akan membangkitkan perekonomian daerah dan nasional,”ungkapnya.

Melalui momentum ini  Pangdam di daulat untuk menanam pohon pelindung di kawasan PT.VDNI, sebagai bentuk perusahaan smelter yang ramah lingkungan.

Dalam kunjungannya juga menyempatkan waktu  untuk meninjau pabrik pemurnian ore secara dekat dan melihat proses pemurnian ore nikel menjadi feronikel.

Kunjungannya di tempat ini didampingi Asintel Kasdam XIV/Hsn Kol. Inf. Andi Asmara, Kasrem 143/Ho Letkol Inf Arif Susanto, Dandim 1417/Kdi Letkool Kav Eko Hermawan, Dandenpom Kdi Letkol Cpm Ruslan, Kapenrem 143/Ho Mayor Inf Azwar Dinata.

Kunjungan panglima kodam XIV/Hasanudin bersama rombongan diterima pimpinan PT VDNI  Mr. Tony Zhou, General Manager PT. VDNI, Rudi Rusmadi beserta jajaranya.

Pertemuan mereka diawali dengan pemaparan tentang perkembangan pembangunan Smelter pemurnian ore PT. VDNI.

Dimana saat ini sudah terbangun 8 Pabrik pemurnian ore dari 15 pabrik yang akan di bangun, dengan kapasitas produksi Feronikel sebesar 1 juta Ton /hari.

Sementara untuk tenaga kerja yang dipekerjakan  sebanyak  6.000 orang dengan rincian 4.471 orang tenaga kerja Lokal dan 991 orang tenaga kerja asing dari Tiongkok, dalam kurun waktu 10 tahun ke depan Kawasan industri morosi akan berkembang menjadi perusahaan terbesar di Indonesia.

PUBLISHER: T I M

Top
Whats'App TEGAS