Terima kasih atas kunjungan anda di TEGAS.CO
Home > Berita Utama > Koltim Raih Peringkat Keempat Sebagai DOB

Koltim Raih Peringkat Keempat Sebagai DOB

Koltim Raih Peringkat Keempat Sebagai DOB
Bupati Kolaka Timur, Tony Herbiansyah (kanan). FOTO: AS LAN

tegas.co., KOLAKA, SULTRA – Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil meraih peringkat ke 4 dari 18 daerah pemekaran pada hasil evaluasi dan penilaian Daerah Otonomi Baru (DOB) oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu.

Menurut Bupati Kolaka Timur, Tony Herbiansyah, prestasi tersebut merupakan kinerja yang memuaskan bagi pemerintahan di daerahnya, sebab mampu menjalankan tugas dan pelayanan sebagai salah satu kabupaten pemekaran sejak tahun 2012 lalu.

“Pemerintah Kabupaten Koltim resmi menjadi daerah otonomi penuh dan mandiri. Predikat ini diterima pada rapat evaluasi penyelenggaraan pemerintah 18 DOB, pembentukan tahun 2012- 2014 di Solo Jawa Tengah (Jateng) beberapa waktu lalu,” ujar Tony Herbiansyah, Senin (22/10/2018).

Dikatakannya, dari 18 DOB tersebut, Koltim menduduki peringkat ke 4 dengan nilai 90,75 dan meraih predikat daerah otonomi penuh dan mandiri ini ditandai dengan penyerahaan piagam penghargaan, dan buku hasil DOB.

“Penilaian di Solo adalah daerah pemekaran yang telah berusia lima tahun dengan 10 kriteria.
Koltim berhasil menduduki peringkat ke 4 setelah Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Pali dan Provinsi Kalimantan Utara,” katanya.

“Sebab Koltim memiliki penilaian tertinggi di dalam dua aspek, pertama dalam hal sarana dan prasarana perkantor yang sudah lengkap dibanding daerah lain, ditengah keterbatasan PAD Koltim yang hanya sekitar Rp600 miliar per tahun,” sambungnya.

Sedangkan yang kedua, lanjut Ketua DPD NasDem Provinsi Sultra ini, adalah aspek persoalan batas-batas wilayah kabupaten tetangga yang sudah diselesaikan dengan baik.

Sementara aspek yang nilainya rendah, yakni kesenjangan antara DAU dengan PAD Koltim, sebab Koltim hanya memiliki Rp600 miliar per tahun, sementara daerah lain seperti Pangandaran dan Kalimantan Utara memiliki PAD hingga triliunan rupiah per tahun.

Prestasi tersebut kata dia merupakan kinerja yang memuaskan bagi pemerintahan di daerahnya, sebab mampu menjalankan tugas dan pelayanan sebagai salah satu kabupaten pemekaran sejak tahun 2012 lalu.

“Saat ini koltim siap bersaing dengan daerah otonom penuh lainnya, dengan kriteria penilaian lebih banyak. Namun ini merupakan tantangan bagi Koltim berbuat yang terbaik untuk daerah dan masyarakat Kolaka Timur secara utuh,” tutupnya.

KONTRIBUTOR: AS LAN
PUBLISHER: SALAMUN SOFIAN

Top