Bangun Pelabuhan Ferry Antar Pulau, Bupati Arhawi Minta Dukungan DPR RI

tegas.co., WAKATOBI, SULTRA – Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara terus berupaya memwujudkan konektivitas/transportasi antarpulau dengan membangun pelabuhan verry.

Ini Prakicu Esok Hari di Wilayah Sulawesi Tenggara
Jangan lupa subdcrebe youtube tegas.co, klik link ini lalu masuk dan klik subscrebe di youtube tq

Kendati demikian, Pemkab sangat membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, khususnya DPR RI.

Berlangganan berita tegas.co silahkan isi form di bawah ini

Bupati Wakatobi Arhawi SE, memaparkan program kerja pemkab pada sejumlah anggota DPR RI dari komisi V, jajaran pegawai Kemenhub, Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Badan SAR Nasional (Basarnas), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Sebagai daerah kepualauan tentu daerah ini butuh konektivitas antarpulau. Hal ini sangat penting guna mendukung daya ekonomi masyarakat diempat pulau ini, Wangi-wangi, Keledupa, Tomia dan Binongko,”ucap Arhawi, Kamis (15/3/2018).

Arhawi mengungkapkan, demi meningkatkan daya ekonomi diempat pulau besar itu (Wakatobi,red), pemkab butuh alat transportasi laut, kapal verry. Hal ini pun harus didukungan dari berbagai pihak. Kendatinya, lokasi pelabuhannya pun sudah dipersiapkan sebalumnya.

“Kita sudah siapkan, dimana direncanakan masing-masing pulau memiliki satu pelabuhan ferry. Kita harapkan langkah ini dapat membuka akses transportasi laut bagi masyarakat kita,” ungkapnya.

Sigit Sosiantomo, mengatakan tahun ini pemerintah pusat akan membangun tambatan pelabuhan ferry di pulau Kaledupa. Anggarannya pun sudah disediahkan. Selanjutnya, tahun 2019 akan disusul kedua pulau lainnya.

“Tahun 2018 sudah dianggarkan untuk pembangunan pelabuhan Fery di Kaledupa. Sementara direncakan 2019 nanti akan dibangun pelabuhan Fery di pulau Tomia dan Binongko,”terangnya.

REPORTER: UDIN

PUBLISHER: MAS’UD

Radio FM VOA Amerika Serikat Bahasa Indonesia DMCA.com Protection Status VOA TV Bahasa Indonesia Piala Dunia di Rusia adalah yang termahal, dengan biaya sekitar 15 miliar dolar, yang antara lain dipakai untuk membangun beberapa stadion besar baru, jaringan rel kereta api dan perbaikan bandara. Ini kesempatan untuk meningkatkan citra global Rusia, namun apakah berdampak baik bagi warga Rusia?

TEGASCO

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas

Show Buttons
Hide Buttons