BPMPKS Aceh Timur Dituding Mencoba Pecah Belah Keuchik

BPMPKS Aceh Timur Dituding Mencoba Pecah Belah Keuchik FOTO ' : ROBY
BPMPKS Aceh Timur Dituding Mencoba Pecah Belah Keuchik FOTO ‘ : ROBY

tegas.co., ACEH TIMUR – Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Sejahtera (BMPKS) Aceh Timur dituding mencoba memecah belah persatuan Keuchik setempat.

Mustafa Arami, Ketua Forum Keuchik Aceh Timur, Minggu (4/12/16), melihat adanya indikasi tersebut. Menurutnya, BPMPKS memfasilitasi pembentukan Forum Kenchik yang baru tanpa pemberitahuan pada dirinya selaku Ketua Forum Keuchik yang dikukuhkan lebih awal.

Berlangganan berita tegas.co silahkan isi form di bawah ini

“Padahal Forum Keuchik Aceh Timur Sambung Mustapa, sudah dideklarasikan di Gedung DPRK Aceh Timur pada tahun 2014 lalu. Acara itu disaksikan oleh Wakil Ketua DPRK Aceh Timur dan sejumlah anggota serta ratusan Keuchik. Dan Kawan-kawan wartawan juga melihat peristiwa itu,”tegas Mustafa Lagi.

Ditambahkan, pihaknya tidak mengetahui alasan BPMPKS memfasilitasi kegiatan pelantikan Ketua forum Keuchik Aceh Timur tanpa koordinasi dengan Ketua Forum Keuchik yang masih aktif. Dan pembentukan forum Keuchik ini bukan ranahnya BPMPKS.

Sementara itu Kepala BPMPKS Alfiandi mengatakan, pihaknya telah menyurati Keuchik melalui pihak kecamatan. dan dalam pertemuan itu, hadir 18 orang untuk membahas tentang Alokasi Dana Gampong (ADG). Namun di situ mereka juga buat rapat. Sayangnya, agenda rapat itu tak dirinci lebih lanjut oleh Alfiandi.

Namun apa yang disampaikan oleh Alfiandi, dibantah oleh Ihsan salah seorang anggota Forum Keuchik Kecamatan Peureulak. Menurut Ihsan dirinya tidak menerima surat rapat seperti yang disampaikan Alfiandi.

“Saya selaku Ketua Foarum Keuchik Kecamatan Perlak tidak mengetahui ada rapat itu. dan juga tidak ada menerima surat seperti yang di sebutkan Alfiandi. Setidaknya harus ada mekanismenya dalam membuat atau membentuk organisasi yang baru dan bukan seperti ini,” tegas Ihsan kecewa.

ROBY SINAGA/NAYEF

Radio FM VOA Amerika Serikat Bahasa Indonesia DMCA.com Protection Status VOA TV Bahasa Indonesia Reaksi Terhadap Undang-Undang Kebangsaan Israel yang Resahkan Warga Arab Israel Berbagai kritikan disampaikan ke Israel, termasuk oleh Uni Eropa setelah parlemen negara itu mensahkan Undang Undang Kebangsaan yang membatasi hak menentukan nasib sendiri bagi warga Yahudi. Salah satu ketentuan baru adalah penghapusan Bahasa Arab sebagai salah satu bahasa resmi Israeli

TEGASCO

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas

Show Buttons
Share On Twitter
Share On Linkedin
Hide Buttons