Bukannya Mengurus Rumah, Ibu Ramah Tangga Ini Jadi Kurir Narkoba

 

tegas.co, KENDARI, SULTRA – Hanya dengan iming-iming uang, Ibu Rumah Tangga (IRT) segala sesuatu dilakukan oleh yang tergiur.

Berlangganan berita tegas.co silahkan isi form di bawah ini
Ibu rumah Tangga ini saat di giring menuju res Narkoba atas kegiatannya menjadi kurir Narkoba. FOTO : ONNO
Ibu rumah Tangga ini saat di giring menuju res Narkoba atas kegiatannya menjadi kurir Narkoba.
FOTO : ONNO

Seperti yang dilakoni IRT berinisial EN (30), warga kelurahan Punggolaka Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Dengan diimingi segepok uang, wanita yang sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga (IRT) nekat menjadi kurir narkoba jenis Shabu.

Sayang, langkah EN harus terhenti ditangan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba), Kepolisian Resor (Polres) Kendari, Minggu (30/07/2017) sekitar pukul 00.45 Wita. Dari tangan EN polisi menemukan narkoba jenis shabu sebanyak 38 gram. Barang haram tersebut disimpan diatas tempat tidur. EN mengaku setiap melakukan transaksi diberi upah Rp 300 ribu.

Kepala Satuan Reserse (Kasat Res) Narkoba Polres Kendari, Iptu Rudika Harto Kanajiri menuturkan, penangkapan terhadap pelaku berdasarkan adanya laporan dari masyarakat.

Berawal dari penangkapan EN, kemudian dilakukan pengembangan, polisi berhasil mengamankan kurir berinisial R. Jarak rumah antara EN dan R saling berdekatan.

“Ditangan R, polisi berhasil mengamankan narkoba jenis shabu sebanyak 19,60 gram dan beberapa barang bukti lainnya,” ungkap mantan Kasat Resnarkoba Polres Kolaka Utara itu.

Lanjutnya ini merupakan tangkapan terbesar sejak dua bulan terkahir, sehingga dengan adanya barang bukti. “Mereka hanya kurir, Target utama sebenarnya bandar narkoba,” terangnya.

Keduanya dijerat pasal 112 subsider 114 RI No.45 tahun 2009 dengan ancaman pidana minal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara

ONNO

PUBLISHER : HERMAN

Radio FM VOA Amerika Serikat Bahasa Indonesia DMCA.com Protection Status VOA TV Bahasa Indonesia Piala Dunia di Rusia adalah yang termahal, dengan biaya sekitar 15 miliar dolar, yang antara lain dipakai untuk membangun beberapa stadion besar baru, jaringan rel kereta api dan perbaikan bandara. Ini kesempatan untuk meningkatkan citra global Rusia, namun apakah berdampak baik bagi warga Rusia?

TEGASCO

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas

Show Buttons
Hide Buttons