Diduga Dimangsa Buaya, Warga Lambiku Muna Gelar Ritual Sesajen

Diduga Dimangsa Buaya, Warga Lambiku Muna Gelar Ritual Sesajen
Potongan kaki kanan ditemukan di kali Desa Lambiku, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara ( Sultra) diduga milik seorang warga yang hilang saat memikat ikan FOTO: ISTIMEWA

tegas co., MUNA, SULTRA – La Ntalea (56) Seorang Warga Desa Lambiku, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara ( Sultra) menjadi korban, diduga di mangsa Buaya Muara saat sedang memasang pukat di kali, Minggu, 5 Agustus 2018 Malam sekitar pukul 21.00 wita kemarin.

Setelah dilakukan pencarian dan penyisiran selama dua hari oleh Tim Basarnas Kendari dan masyarakat setempat, ditemukan potongan kaki yang diduga potongan tubuh korban.

Enam personil tim Basarnas Kendari yang diturunkan untuk melakukan proses pencarian terhadap korban, dibantu oleh masyarakat setempat berhasil mengevakuasi organ tubuh berupa potongan kaki bagian kanan.

Dedi staf operasi SAR Kendari sekaligus komandan regu saat dimintai keterangan oleh tegas co Selasa 7 Agustus 2018 menjelaskan, Proses pencarian Tim SAR dilakukan sejak 6 Agustus 2018. saat tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 dari Kendari langsung melakukan proses pencarian terhadap korban.

“Kesulitanya disini pada saat proses pencarian, dikali ini banyak sekali hewan buasnya, buaya, hanya itu kesulitannya, dan dalam proses pencarian kami sempat juga melihat beberapa ekor buaya, sekitar satu kilo dari penemuan organ tubuh berupa potongan kaki kanan yang diduga milik korban La Ntalea,”ugkapnya.

Ia menambahkan, jarak penemuan organ tubuh kaki sebelah kanan sekitar 5 kilo dari TKM. ditemukan sekitar pukul 09.35 Wita

“Dengan ditemukannya bagian organ tubuh itu kami menghentikan pencariannya, kebetulan kami sudah mengambil pernyataan keluarga korban, dan pihak keluarga sudah merelakan. adapun dikemudian hari ditemukannya organ tubuh korban yang lain, terus keluarga korban minta dievakuasi kami siap membantu,”jelasnya.

Sementara itu pengakuan keluarga korban La Nurudi (55) mengungkapkan, di lokasi itu banyak buaya, jumlah sampai ratusan dengan warna ber macam-macam, ada hitam, kuning, tembaga dan putih.

“Ukuran buayanya ada sekitar 6-7 meter, anaknya sangat banyak dan sering juga berjemur di daratan,”terangnya.

La Nurudi mengaku, sebelum korban diterkam buaya, La Ntalea bersama-sama memukat ikan di lokasi tersebut, tiba-tiba korban langsung menghilang sekejap.

Tonton videonya disini

“La Ntalea ini tinggalnya kita satu rumah, jadi pada saat dia berangkat tidak ada saya di rumah, setelah saya pulang saya tanya orang di rumah dimana La Ntalea, katanya orang di rumah dia pergi pasang pukat, akhirnya saya menyusul, saya dapat korban dekat jembatan dengan temannya, jadi kita 3 orang, terus saya suruh korban pegang senter,”katanya.

Sambungnya, “Dia tau disini banyak buaya, tapi korban berani orangnya, pada saat itu dia senter-senter kita pada saat kita turun dalam air, saya pegang ujungnya pukat, terus dia lari ke sebelah, setelah kurang lebih 2 meter dipinggir kali, dia langsung bertariak satu kali, langsung saya senter tidak ada korban, anenya air tidak goyang, itu pada waktu malam sekitar jam 21.00 wita, dan pada saat itu saya sudah yakin dia diambil buaya,”paparnya.

Sebelum organ tubuh kaki kanan yang diduga milik korban ditemukan, orang tua kampung setempat menggelar ritual sesajen yang diletakan ke air kali tersebut, dan didoakan, sekitar 15 menit kemudian, organ tubuh korban ditemukan oleh masyarakat bernama La ode Falen yang ikut mencari korban bersama basarnas, tetapi dirinya menggunakan perahu katintingnya.

“Tadi kan sama-sama tim basarnas, tapi saya lebih dulu, pada saat itu saya melihat, karena saya pakai mesin katinting, jadi saya matikan mesin, tapi merahu saya masih agak laju dan saya melihat kaki korban sudah muncul dipermukaan air, lalu saya sampaikan kepada Basarnas dan langsung dievakusi,”tutpnya.

Potongan kaki yang ditemukan tersebut diserahkan kepada keluarga korban.

REPORTER: LA ODE AWALLUDIN

PUBLISHER: MAS’UD

DMCA.com Protection Status

TEGASCO

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas

Show Buttons
Share On Twitter
Share On Linkedin
Hide Buttons
error: Content is protected !!
Selamat datang di web tegas.co Terima kasih atas kunjungan
102