Diduga, Pelaku Penikaman di Mako Brimob Kelahiran Muna

tegas.co., MUNA, SULTRA – Pelaku penikaman brimob, Bripka Marhum Prencje di Mako Brimob beberapa waktu lalu diduga teroris bernama Tendi Sumarno.┬áTendi Sumarno diketahui lahir di desa, Lahamoko, Kecamatan Bonegunu, kabupaten Muna, (Sekarang Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra). hal itu berdasarkan Kartu Tanda Penduduk yang dimilikinya.

Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga Senin, 14 Mei 2018 mengatakan, pelaku Tendi Sumarno yang diduga teroris merupakan anak dari pasangan suami istri Dadang dan Warsiti. Tendi tinggal di di desa Lahamoko, Bonegunu sampai kelas IV SD.

Berlangganan berita tegas.co silahkan isi form di bawah ini

“Setelah ayahnya meninggal dunia, Tendi bersama ibunya Warsiti, kembali di kampung halamannya daerah Subang, Jawa Barat (Jabar). dari hasil penyelidikan kepolisian, terduga teroris ternyata benar lahir di Muna karena desa, Lahamoko, Bonegunu, belum mekar sejak 25 tahun yang lalu menjadi Buton Utara,”jelasnya.

Lanjut Agung, semenjak Tendi yang telah ditembak mati setelah melakukan penikaman terhadap salah seorang anggota Brimob itu, pihaknya akan terus mencari informasi untuk mengetahui Latar belakang keluarga pelaku Tendi yang diduga teroris.

“Setelah kami menelusuri kebanyakan dari warga trans di Butur, saat ini tidak tahu latar belakangnya. Apalagi saat ini, ibunya menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi sana. Informasi yang diperoleh Polres Muna, Tendi bergabung bersama jaringan teroris saat bekerja di Jakarta, Pelaku itu ikut paham radikal saat bekerja di Jakarta, dan untuk sejauh ini, kami terus akan melakukan analisa, karena ini berbahaya kapan saja bisa terjadi, untuk di tiga Kabupaten, Muna, Mubar, Butur. yang ada di wilayah Hukum Polres Muna saat ini tetap kondusif,”katanya.

Dengan terjadinya kerusuhan di Mako Brimob, pengeboman tiga gereja di Surabaya dan di Rusunawa Sidoarjo, Polres Muna mulai siaga semua objek vital, seperti gereja dan tempat umum, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Pengakuan ibu Tendi Sumarno bisa dibaca disini

REPORTER: LA ODE AWALLUDIN

PUBLISHER: MAS’UD

Radio FM VOA Amerika Serikat Bahasa Indonesia DMCA.com Protection Status VOA TV Bahasa Indonesia Piala Dunia di Rusia adalah yang termahal, dengan biaya sekitar 15 miliar dolar, yang antara lain dipakai untuk membangun beberapa stadion besar baru, jaringan rel kereta api dan perbaikan bandara. Ini kesempatan untuk meningkatkan citra global Rusia, namun apakah berdampak baik bagi warga Rusia?

TEGASCO

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas

Show Buttons
Hide Buttons