Dongkrak Generasi Muda sebagai Pewaris Kearifan Budaya Lokal

tegas.co., JEPARA, JATENG – Budaya lokal daerah yang hampir punah saat ini, harus digelorakan kembali agar kearifan lokal yang dimiliki potensi daerah harus tetap lestari dan dikenal oleh masyarakat luas. Budaya kearifan lokal dalam bentuk tradisi, permainan tradisionla, dongeng, perilaku masyarakat , adat istiadat serta sejarah lokal semakin tidak dipahami oleh anak-anak kita pada masa kini.

Dongkrak Generasi Muda sebagai Pewaris Kearifan budaya Lokal
Ketua Yayasan Kartini Indonesia saat memberikan materi dalam pelantikan pengurus Karang Taruna Setia Bhakti desa Bangsri FOTO: D S W

Maka dengan hal ini melalui Yayasan Kartini Indonesia, melalui ketuanya Hadi Priyanto mengajak generasi muda untuk melestarikan budaya lokal daerah dan potensi desa. Hal ini diungkapkan Hadi Priyanto  saat menjadi pembicara tunggal dalam dialog Konsep Pengembangan Desa Berbasis pada Kearifan Sejarah Lokal.

bertempat di balai desa Bangsri, Kamis (7/11) ini diselenggarakan dalam rangka pelantikan pengurus Karang Taruna Setia Bhakti desa Bangsri.  Dialog ini diikuti oleh perangkat desa,  tokoh masyarakat,  BPD,  RT / RW dan pengurus Karang Taruna.

Walaupun tidak mudah, sebagai  generasi muda harus mengambil peran sebagai generasi perantara. ” Banyak kearifan lokal yang telah mulai hilang. Dongeng dan permainan tradisional yang menjadi media pembentukan karakter, kini tidak ada lagi.” ujar Hadi Priyanto.

Karena itu harus dilakukan inventarisasi serta dicarikan format pelestarian dan pengembangan dalam kemasan kekinian agar anak anak tertarik kembali pada kearifan lokal,  tambah Hadi Priyanto.

Peran serta pemuda khususnya karang taruna yang kreatifitas  sangat penting dalam pelestarian kearifan budaya lokal. ” Pemerintah disemua tingkatan harus hadir dalam kegiatan yang sangat penting dalam penguatan jati diri bangsa ini. Dana desa dan APBD tidak boleh hanya fokus di pembangunan infrastruktur” terangnya.

Hadi Priyanto dalam forum ini juga mengusulkan kepada pemerintah desa untuk memberikan apresiasi dan ruang untuk menampilkan seni budaya tradisi di ruang publik.

” Bukan hanya sebagai hiburan,  tetapi juga edukasi dan tuntunan kepada masyarakat. Maka perlu dilakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan dan sanggar serta pegiat seni di desa desa” imbuh Hadi Priyanto.

Sementara itu, Petinggi Bangsri Candra Darmawan menyampaikan harapannya kepada Karang Taruna dan elemen generasi muda yang lain untuk mengambil peran dalam pembangunan desa,  utamanya dalam mengangkat kembali kearifan budaya lokal.

Budaya lokal harus kita kembangkan mulai dari anak usia dini, dan kami berharap kepada pemuda harapan bangsa melaui karang taruna desa kami agar mengembangkan potensi-potensi desa ini, sehingga desa kami dapat lebih dikenal oleh masysarakat luas”.

REPORTER: D S W

PUBLISHER: MAS’UD

TEGASCO

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas