Evaluasi Pembangunan Zona Integritas, RSUD Kendari Belajar di Polres Kendari

tegas.co, KENDARI, SULTRA -Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2017, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari belajar di Kepolisian Resor (Polres) Kendari.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaidi SIK membeberkan, diseluruh Indonesia ada 60 Polres, sekarang sudah menjadi 15 Polres termasuk Polres Kendari. Untuk itu, patut bangga dengan kunjungan rekan-rekan RSUD Kendari. Kedatangan rekan-rekan RSUD ingin melihat aktifitas di Polres Kendari.

“Khusus Polres Kendari, utamanya berkaitan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), sidik jari, dan Surat Izin Mengemudi (SIM),” ungkapnya, Jumat (3/11/2017).

Kata dia, beberapa waktu lalu sudah dilakukan evaluasi dan disupervisi oleh Kemenpan, baik dari inter maupun eksternal. Tinggal menunggu nanti, apakah Polres Kendarii akan ditingkatkan menjadi Polresta. Terpenting dilakukan pihak RSUD Kendari adalah meningkatkan pelayanan pasien secepat mungkin.

“Saya telah menyampaikan kepada pihak RSUD Kendari ketika ada keluarga pasien yang menunggu sebaiknya disiapkan wifi agar keluarga pasien bisa merasa nyaman,” ujar mantap Kapolres Konsel itu.

“Kami berkunjung di Polres Kendari untuk mempelajari bagaimana penerapan undang-undang (UU) pelayanan publik yang ada di Polres Kendari,” tutur Direktur RSUD Kota Kendari, Asridah Mukaddim.

Lanjutnya, sebelumnya ada penilaian dilakukan Kemenpan di RSUD Kota Kendari, pihak Kemenpan merekomendasikan RSUD Kota Kendari mempelajari di Polres Kendari yang lebih lengkap.

“RSUD Kota Kendari merupakan role model dari 59 yang sekarang menjadi 72 Rumah Sakit yang ada di Indonesia yang akan menjadi role model. Agar bisa meningkatkan standar pelayanan publik, kami direkomendasikan oleh Kemenpan untuk belajar lebih banyak di Polres Kendari,” tutupnya.

REPOETOR: O N N O

PUBLISHER: MAS’UD

TEGASCO

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas