Gerindra Sultra Usung Besan dan Anak Ketua DPD

Gerindra Sultra Usung Besan dan Anak Ketua DPD
ILUSTRASI FOTO : I N T

tegas.co., KENDARI, SULTRA – Partai Indonesia Raya (Gerindra) provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengusung dua besan dan satu putra Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai tersebut.

Ke dua besan itu yakni, Dr. Ir. H Asrun selaku Bakal Calon (Balon) Gubernur Sultra, dan Ahmad Syafei selaku balon Bupati Kolaka, sedangkan putra Ketua DPD partai Gerindra Sultra yakni, Wahyu Ade Pratama selaku balon Bupati Konawe.

Berlangganan berita tegas.co silahkan isi form di bawah ini

Asrun selaku besan setelah putranya, Ardiatma Dwi Putra (ADP) menikahi salah satu putri Ketua DPD Gerindra, Drs. H. Imran, M.Si.

Demikian pula, Ahmad Syafei menjadi besan setelah salah satu putrinya menikah dengan putra ketua DPD Gerindra Sultra bernama Wahyu Ade Pratama.

Meski begitu, para balon tersebut telah diusung karena memenuhi syarat, sebab dokumen untuk diusung partai Gerindra sudah dilengkapi dan dinyatakan memenuhi syarat.

Menurut Sekretaris DPD Gerindra, Djayadi Zaid pihaknya menerima dokumen dari para balon itu untuk diusung maju pada pilkada serentak 2018 mendatang.

“Karena yang kita terima dokumen hanya dari para balon ini, lalu kemudian diverifikasi dan dinyatakan memenuhi syarat,”ujarnya, Jumat (30/6/2017).

Tahapan pilkada serentak memasuki tahap awal, para balon kini tengah melakukan manuver untuk mendapatkan simpatik masyarakat dan partai politik.

Selain itu, manuver politik yang dilakukan para balon, seperti sosialisasi diseluruh pelosok, baik kota maupun di kabupaten tentu bertujuan untuk meningkatkan elatabilitas dan popularitas.

Bukan hanya dari balon partai Gerindra, namun beberapa balon lainnya, baik balon Gubernur, Walikota maupun Balon Bupati terus melakukan maneuver politik untuk sosialisasi.

Selain mengusung, besan dan putra sang ketua, Gerindra Sultra juga mengusung tunggal balon Walikota Baubau, Ikcsan Ismail.

Ikcsan Ismail merupakan anggota DPRD Sultra dari dapil, Baubau, Buton dan Wakatobi. Masa baktinya akan berakhir pada 2019 mendatang.

PUBLISHER : MAS’UD

Radio FM VOA Amerika Serikat Bahasa Indonesia DMCA.com Protection Status VOA TV Bahasa Indonesia Piala Dunia di Rusia adalah yang termahal, dengan biaya sekitar 15 miliar dolar, yang antara lain dipakai untuk membangun beberapa stadion besar baru, jaringan rel kereta api dan perbaikan bandara. Ini kesempatan untuk meningkatkan citra global Rusia, namun apakah berdampak baik bagi warga Rusia?

TEGASCO

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas

Show Buttons
Hide Buttons