Ini Kata Istri Walikota ADP Terkait OTT KPK

tegas.co., KENDARI, SULTRA – dr. Siska Karina Imran melalui kuasa hukumnya, Andre Dermawan, SH mengatakan, Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (28/2/2018) dini hari, terjadi pada seorang pengusaha di Kendari. Dalam pengembangan penyelidikan, pihak penyidik KPK memanggil DR. Asrun dan Walikota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP) serta sejumlah orang lainnya untuk dimintai keterangan.

Dua Bulan, WON-ANDRE Optimis Dapat 300 Dukungan KTP
Andre Dermawan

“ADP dijemput pagi di Rujab, demikian pula pak Asrun dijemput dikediamannya, jadi bukan tangkap tangan, karena keduanya tidak berada di tempat yang di OTT itu,”ungkap Andre yang memperoleh informasi dari istri walikota Kendari, dr Siska Karina Imran.

Berlangganan berita tegas.co silahkan isi form di bawah ini

Menurutnya, Asrun selaku calon gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2018-2023 bersama Walikota Kendari Adriatma Dwi Putra (ADP) tidak dalam atau terlibat kasus suap.

“Ini proses, kalau yang di OTT itu menyebut siapa saja, tentu akan dipanggil dan dimintai keterangan, apakah mengetahui atau tidak,”kata Andre Dermawan, Rabu (28/2/2018).

Dikatakan, secara resmi informasinya ditunggu dari KPK. olehnya itu, masyarakat agar tidak berspekulasi dulu dengan kejadian tersebut.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Ajung Komisaris Besar Polisi (AKBP), Sunarto membenarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Walikota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP) bersama calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), DR. Ir. H. Asrun, M. Eng. Sc, Rabu (28/2/2018) dini hari tadi.

Menurut Sunarto, sejumlah orang diamankan di Polda Sultra itu terlihat ADP dan Ayahnya. namun dirinya belum mengetahui OTT yang dilakukan KPK tersebut terkait kasus apa.

“Benar OTT yang dilakukan KPK. barang bukti ada. OTTnya sekitar dini harilah. ada beberapa orang yang diamankan ke Polda Sultra. ada ADP dan pak Asrun,”kata Sunarto saat dihubungi tegas.co.

Pihaknya, lanjut Sunarto, siap membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) apapun yang diperlukan oleh pihak KPK.

“Kalau barang buktinya silahkan tanya sama pihak KPK yaa. yang diamankan saat ini sekarang masih menjalani pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Sultra,”ujar Sunarto.

TIM

Radio FM VOA Amerika Serikat Bahasa Indonesia DMCA.com Protection Status VOA TV Bahasa Indonesia Piala Dunia di Rusia adalah yang termahal, dengan biaya sekitar 15 miliar dolar, yang antara lain dipakai untuk membangun beberapa stadion besar baru, jaringan rel kereta api dan perbaikan bandara. Ini kesempatan untuk meningkatkan citra global Rusia, namun apakah berdampak baik bagi warga Rusia?

TEGASCO

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas

Show Buttons
Hide Buttons