Ketika ADP, Asrun, Imran dan Nur Alam satu Pesawat

tegas.co., KENDARI SULTRA – Mantan Bupati Konawe Selatan (Konsel), H. Imran, M.Si, Dr. Ir. Asrun. M.Eng.Sc, Adriatma Dwi Putra (ADP) bersama Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. Nur Alam, SE. M.Si secara tak sengaja bersama-sama dalam satu pesawat menuju bandara Halu Oleo Kendari, Kamis (6/4/2017).

Ketika ADP, Asrun, Imran dan Nur Alam satu Pesawat
Ketika ADP, Asrun, Imran dan Nur Alam satu Pesawat FOTO : INT

Ketika itu, rombongan ADP, Imran dan Asrun baru saja balik dari Jakarta setelah mengikuti sidang perselisihan hasil pilwali Kota Kendari periode 2017-2022.

Berlangganan berita tegas.co silahkan isi form di bawah ini

Dalam pernebangan, pesawat yang ditumpanginya transit di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Saat transit, tak disangka Gubernur Sultra, Nur Alam pun balik menuju Bandara Halu Oleo Kendari dengan menumpangi pesawat yang sama.

Pertemuan yang tak dsangka-sangka itu nampak setelah berada di bandara Halu Oleo saat ADP menunjukkan rasa negarawannya dengan mendatangi Nur Alam untuk bersalaman.

Menurut Imran mantan Bupati Konsel itu, ADP merupakan sosok negarawan, meski dirinya, Asrun dan Nur Alam masih terjadi miss komunikasi yang terjadi sejak beberapa waktu lalu.

“ADP negarawan, dia mendatangi Nur Alam, bersalaman. Dia datang selaku pribadi, anak, sahabat, tapi semua itu, ADP yang tau, yang pasti dia negarawan,”kata Imran dikediamannya, Kamis (6/4/2017).

Kata Imran, saat ini dirinya selaku masyarakat biasa yang butuh pelayanan pemerintah.”Selaku gubernur melayani masyarakat jangan masyarakat yang melayani pemerintah,”katanya.

Imran mengaku, dirinya bersama Walikota Kendari tak melakukan hal yang sama dengan ADP.

Namun dia berharap, agar ADP dapat menjadi contoh bagi semua warga Negara.

“Hampir kita tidak menemukan karakter negarawan seperti ADP, sehingga ini patut menjadi contoh bagi kita semua,”harapnya.

PUBLICIZER : MAS’UD  

Radio FM VOA Amerika Serikat Bahasa Indonesia DMCA.com Protection Status VOA TV Bahasa Indonesia Piala Dunia di Rusia adalah yang termahal, dengan biaya sekitar 15 miliar dolar, yang antara lain dipakai untuk membangun beberapa stadion besar baru, jaringan rel kereta api dan perbaikan bandara. Ini kesempatan untuk meningkatkan citra global Rusia, namun apakah berdampak baik bagi warga Rusia?

TEGASCO

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas

Show Buttons
Hide Buttons