Kisah Kakek Badu dan Ikke Nurjannah Bikin Terharu

tegas.co., KOLAKA, SULTRA – Kakek Badu (53) menjadi buah bibir dan viral di sosial media setelah menikahi gadis muda Ikke Nurjanah (17). Usai resmi menikah dan demi menghidupi Istri tercinta, setiap hari Badu bekerja sebagai Operator perahu katinting yang mengantar warga dari Desa Ulukonaweha menuju Desa Lakuya, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kisah Kakek Badu dan Ikke Nurjannah Bikin Terharu
Kakek Badu bersama istri mudanya Ikke Nurjanah FOTO: ASDAR LANTORO

Kini pekerjaan hari–harinya pun bertambah, yakni mengantar – jemput sang Istri bersama Ibu Mertua. Meski usianya menginjak 53 tahun, Badu masih piawai mengemudikan perahu meskipun penuh muatan bahkan menempuh jarak puluhan kilometer.

Berlangganan berita tegas.co silahkan isi form di bawah ini

“Kalau untuk pelajar seribu rupiah hingga dua ribu rupiah. sementara untuk penumpang dewasa, hanya lima ribu rupiah saja,” ungkapnya Jumat (25/11/2017).

Padahal, setiap hari Ia mempertaruhkan nyawanya, sebab perahu miliknya sewaktu–waktu bisa saja terbalik diterjang derasnya arus sungai Konaweha. Usai mengantar penumpang, kakek yang bercita–cita punya anak tiga orang ini,  harus kembali ke perahu, untuk menjemput sang Istri dan Mertuanya yang bekerja mencari sayur pakis di pinggir sungai.

Puluhan ikat sayur pakis tersebut nantinya akan dijual kepada warga kampung, dengan harga seribu rupiah per ikat. Menurutnya, kondisi tersebut terpaksa harus dijalani sang Istri dan Mertuanya, sebab pendapatan sebagai operator perahu katinting tidak seberapa, yakni berkisar 25 ribu per hari.

“Sekarang sudah banyak akses penghubung antar kampung, jualan sayur untuk menambah penghasilan,” tuturnya. Meski harus hidup sederhana di tengah hutan dan jauh dari teknologi serta keramaian kota, Badu tetap bahagia bersama istrinya, Ikke Nurjannah.

REPORTER: ASDAR LANTORO

PUBLISHER: R. ADRIANSYAH

 

Radio FM VOA Amerika Serikat Bahasa Indonesia DMCA.com Protection Status VOA TV Bahasa Indonesia Piala Dunia di Rusia adalah yang termahal, dengan biaya sekitar 15 miliar dolar, yang antara lain dipakai untuk membangun beberapa stadion besar baru, jaringan rel kereta api dan perbaikan bandara. Ini kesempatan untuk meningkatkan citra global Rusia, namun apakah berdampak baik bagi warga Rusia?

TEGASCO

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas

Show Buttons
Hide Buttons