La Ode Djeni Hasmar Dimata Anggota DPRD ini Sosok Inspirator

La Ode Djeni Hasmar Dimata Anggota DPRD ini Sosok Inspirator
La Ode Djeni Hasmar Dimata Anggota DPRD ini Sosok Inspirator
Kantor DPRD Sultra

tegas.co., KENDARI, SULTRA – Almahrum La Ode Djeni Hasmar dimata sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan sosok inspirator. hal ini karena sejumlah prestasi yang diraihnya, baik tingkat lokal Sultra maupun secara nasional sukses membawa nama harum daerah. Bukan saja di bidang politik namun juga bidang pendidikan dan pembangunan memberikan andil yang cukup berarti.

Djeni Hasmar tutup usia pada Minggu (10/9/2017) sekitar pukul 03.00 Wib di kebagusan Jakarta. Tokoh politik dan pemekaran ini sontok membuat masyarakat Sulawesi Tenggara kehilangan putra daerah yang selama ini menjadi panutan. Bukan hanya tokoh politik ataupun tokoh pembangunan namun almahrum juga merupakan organisatoris dari berbagai perkumpulan, baik tingkat nasional maupun tingkat daerah.

Salah satu perkumpulan yang dinahkodainya adalah, Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST), dimana almahrum merupakan ketua sampai akhir hayatnya. Menurut salah seorang anggota/pimpinan DPRD Sultra, Nursalam Lada, Djeni Asmar merupakan sosok yang tidak dapat tergantikan sebab memiliki ketokohon secara nasional dan memahami  dalam menempatkan orang disekelilingnya.

“Belum lama, saya dapat undangan menghadiri acara pengukuhan Kerukunan Keluarga Tomia dirantau di Makassar Sulawesi Selatan, beliau (Djeni Hasmar) yang kukuhkan. Saat itu, tak banyak yang mengenali diri saya, berkat alamhrum akhirnya seluruh keluarga dirantau di Makassar saat itu bisa mengenali saya. Ini karena beliau yang menempatkan saya pada tempat yang tepat. Karena alamhrum mengatakan, “Kamu adalah pejabat Negara dan bagian dari keluarga Tomia,” begitu tuturnya ke saya dan memaksa saya untuk duduk paling depan diantara ratusan keluarga Tomia dirantau yang hadir pada saat itu,”kenang Nursalam yang ditemui diruangannya, kemarin.

Sosok inspirator, lanjut Nursala sebab mampu menyatukan banyak kalangan di tingkat nasional maupun di daerah. Almahrum juga merupakan salah satu dari tokoh pemekaran di Sulawesi Tenggara.”Seingat saya, perannya dalam memekarkan Wakatobi, Bombana dan Kolaka Utara (Kolut) termasuk rencana Daerah Otonomi Baru (DOB) Kepulauan Buton (Kepton). Andaikan sudah ada kesepakan antara Buton dan Muna, kemukinan dierahnya menjadi anggota DPR RI di Komisi II, Kepton itu sudah mekar,”kenangnya lagi.

Demikian pula Sekretaris Komisi III DPRD Sultra, Suwandi dan ketua komisi IV, Yaudu Salam Ajo. Kedua anggota parlemen ini cukup merasa kehilangan sosok yang belum dapat tergantikan. Djeni Hasmar sukses membawa nama Sulawesi Tenggara berawal dari bawah, langkah demi langkah untuk mencapai itu bukanlah hal mudah dimata kedua anggota parlemen ini.

“Saya ingin seperti almahrum, mampu memperstukan dan menyejukkan semua kalangan, baik di daerah maupun dirantau, namun kemampuan itu tentu membutuhkan waktu yang cukup panjang serta memiliki kemampuan tersendiri. Inilah yang membuat saya menilai almahrum merupakan inspirator bagi masyarakat di Sulawesi Tenggara. Bagi saya belum dapat tergantikan. Saya berharap ada yang dapat mengikuti jejaknya,”harap Suwandi.

Senada diungkapkan, Yaudu Salam Ajo, dengan penuh rasa kesedihan dirinya merasa kehilangan setelah kepergian almahrum Djeni Hasmar. Beberapa kali lantunan doa diucapnya untuk almahrum. Meski tak banyak diketahuinnya namun ia merasa bahwa sosok Djeni Asmar baginya adalah inspirasi untuk bisa dilakukan bagi semua masyarakat.

“Melihat apa yang telah diperbuatnya untuk daerah dan Sulawesi Tenggara tak banyak yang bisa seperti yang dialkukan almahrum, olehnya itu beliau adalah inspirasi bagi kita semua. Bila saja saya memiliki kemampuan itu, tentu saya sudah berada di level nasional. Insyah allah tentu saya akan berusaha mengikuti jejak almahrum,”tandas Yaudu.

Dimata anggota parlemen Sulawesi Tenggara hanya dapat mengirimkan doa bagi almahrum Djeni Hasmar,. Semoga Khusnul Khotimah. Diberikan tempat di surga yang diridhoi Allah SWT.

 

PUBLISHER : MAS’UD