Mapala Arga Dahana Tanam Mangrove di Pulau Panjang

tegas.co., JEPARA, JATENG – Sebanyak 29 anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Arga Dahana, Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan penanaman mangrove di Pantai Pulau Panjang, Jepara, Minggu (10/12/2017). Kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Nasional yang jatuh 28 November.

Mapala Arga Dahana Tanam Mangrove di Pulau Panjang
Mapala Arga Dahana Tanam Mangrove di Pulau Panjang

Qodri, ketua umum Mapala Arga Dahana UMK, mengatakan, penanaman mangrove ini untuk ketiga kalinya dilakukan. ”Dulu pernah menanam mangrove, tetapi tidak di Jepara. Penanaman sebelumnya yang pernah dilakukan adalah di Rembang dan Pati,” katanya.

Berlangganan berita tegas.co silahkan isi form di bawah ini

Kawasan pantai Pulau Panjang dipilih sebagai lokasi penanaman, karena tingkat abrasinya sangat tinggi. ”Penanaman ini merupakan bentuk kepedulian aktivis Mapala Arga Dahana UMK terhadap kelestarian mangrove,” ungkapnya.

Dalam kegiatan itu, lanjut Qodri diamini ketua panitia penanaman, M. Nur Islahhudin Farid, pihak Mapala Arga Dahana disupport oleh para aktivis Wapalhi Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Kabupaten Jepara. ”Ini merupakan wujud kecil partisipasi Mapala dalam peran sertanya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya hutan mangrove,” paparnya.

Dia menilai, penanaman mangrove di kawasan Pantai Pulau Panjang Jepara sangat penting dilakukan, kondisi bibir pantainya sangat rentan terjadi abrasi. ”Jenis mangrove yang kami tanam dalam kegiatan ini, yaitu rizopora. Karena akarnya yang banyak, sehingga cukup kuat untuk menahan air laut dan mengikat pasir laut yang berlumpur,” jelasnya.

Amin Ma’ruf, divisi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA), mengatakan, kegiatan penanaman pohon ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun dengan lokasi penanaman yang berbeda-beda.

‘’Selain penanaman mangrove, Mapala Arga Dahana juga sering menggelar penanaman pohon di lingkungan sekitar, dengan melibatkan organisasi kepemudaan dan pemerintahan desa,’’ tuturnya. (*)

PUBLISHER: MAS’UD

Radio FM VOA Amerika Serikat Bahasa Indonesia DMCA.com Protection Status VOA TV Bahasa Indonesia Piala Dunia di Rusia adalah yang termahal, dengan biaya sekitar 15 miliar dolar, yang antara lain dipakai untuk membangun beberapa stadion besar baru, jaringan rel kereta api dan perbaikan bandara. Ini kesempatan untuk meningkatkan citra global Rusia, namun apakah berdampak baik bagi warga Rusia?

TEGASCO

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas

Show Buttons
Hide Buttons