Paku Alam X Sayangkan Masih Maraknya PKL Gelar Lapak di Trotoar

Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Kanjeng Gusti Paku Alam X saat diwawancara sejumlah awak media. FOTO : NADHIR ATTAMIMI
Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Kanjeng Gusti Paku Alam X saat diwawancara sejumlah awak media.
FOTO : NADHIR ATTAMIMI

tegas.co., YOGYAKARTA – Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Kanjeng Gusti Paku Alam X sangat menyayangkan sikap para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih menggunakan Trotoar pejalan kaki untuk menggelar lapak mereka. Perlunya saling menghargai hak yang lainnya.

“Ini satu hal yang menjadi keprihatinan kita bersama, bagaimanapun juga kita harus menghargai hak para pejalan kaki,” kata Kanjeng Gusti usai mengikuti Hari Anak Nasional tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis (3/8/2017).

Berlangganan berita tegas.co silahkan isi form di bawah ini

Kanjeng Gusti menerangkan, kedepan perlunya tindakan lanjutan dari para pemberi kewenangan, salah satunya dalam bentuk pendekatan-pendekatan terutama di wilayah Kota.

“Saya suka adanya dialog, dan bagaimana para PKL itu diberi pengertian bahwa mereka sebenarnya itu mengganggu para pejalan, tetapi mereka juga perlu dipikirkan karena mereka juga pelaku ekonomi, nah ini harua ada kompromi dan solusi,” ungkap Kanjeng Gusti.

Kanjeng Gusti menjelaskan, sebagai warga negara yang taat pajak semua memiliki hak yang sama dimata hukum. Lanjut Dia, menanggapi masalah tersebut maka perlunya titik temu antara pihak yang berkepentinhan untuk menemukan jalan keluar yang lebih baik.

“Karena pejalan kaki juga punya hak, mereka juga sebagai warga negara membayar pajak juga, begitu pula PKL. Demikian itu tentu harus ada titik temu sebagai win-win solution,” ujar Kanjeng Gusti.

Diharapkan kedepannya masalah tersebut bisa cepat teratasi, apalagi Yogyakarta berada dihadapan menyambut Bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) sangat perlu menunjukan ciri khas kota yang baik.

“Salah satu ciri khas kota yang baik adalah bagaimana hak warganya bisa terpenuhi utamanya hak para pejalan kaki,” tutup Kanjeng Gusti.

NADHIR ATTAMIMI

PUBLISHER : HERMAN

Radio FM VOA Amerika Serikat Bahasa Indonesia DMCA.com Protection Status VOA TV Bahasa Indonesia Piala Dunia di Rusia adalah yang termahal, dengan biaya sekitar 15 miliar dolar, yang antara lain dipakai untuk membangun beberapa stadion besar baru, jaringan rel kereta api dan perbaikan bandara. Ini kesempatan untuk meningkatkan citra global Rusia, namun apakah berdampak baik bagi warga Rusia?

TEGASCO

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas

Show Buttons
Hide Buttons