Unilaki Kembangkan Program Kampus Berbasis Digital

tegas.co., KONAWE, SULTRA – Sejak didirkan tahun 1996 silam, Universitas Lakidende (Unilaki), kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan pengembangan.

Pada acara Dies Natalis dalam rangka memperinggati hari ulang tahun ke 22 tahun 2018 ini, Unilaki merancang program menuju era digital.

Berlangganan berita tegas.co silahkan isi form di bawah ini

Rektor Unilaki, Laode Masihu Kamaluddin mengatakan, jika tahun seblumnya Unilaki memfokuskan agro Industri.

Pada 2018 ini, Unilaki harus ditransformasi menjadi kampus digital. hal ini bertujuan menjadi perguruan tinggi yang jaya di masa depan.

“Kalau tahun yang lalu fokusnya agro industri, sudah berkembang. Tapi sekarang ini adalah Unilaki era digital, kan sekarang mainnya dibidanng data, kita datanya infrastruktur sudah ada. Sehingga Unilaki siap mengikuti gelombabg digital,” Ucapnya saat ditemui usai Perayaan Dies Natalis dalam rangka memperingati hari Jadi ke 22 tahun Unilaki di halaman Kampus Unilaki, Minggu (8/4/2018).

Untuk mewujudkan itu, Masihu Kamaluddin telah menyiapkan infrastruktur, yakni database yang mampu menampung semua kegiatan dalam suatu server.

“Servernya sudah dipasang tinggal dipakai. Langkah kedua adalah pita wifinya. Databasenya ada pitanya, ada kita secara infrastruktur sudah selesai, dan berikutnya tinggal kesiapan administrasi, keuangan, dan dosen untuk menggunakan database itu,” ucap Masihu.

Tidak hanya itu, Masihu juga mengatakan, dalam server itu nantinya  Unilaki membentuk cyber library digital yang bisa tersambung dengan kampus-kampus besar di Indonesia, hingga luar Negeri sehingga buku dari tempat bekerja sama bisa dipakai di Unilaki.

“Jadi server bisa menarik buku dari tempat kita kerja sama, misalnya UI, IPB sehingga buku disana bisa kita pakai juga disini. tapi sekarang baru dengan Unisula kita bekerja sama, Unisula kita sudah link itu,”Bebernya.

Lebih jauh Mantan Rektor Unisula itu mengatakan, Nantinya bulan Agustus 2018 ini mahasiswa sudah bisa mengukan aplikasi berbasis digital tersebut.

“Mulai Agustus itu sudah di pakai, kita sudah masuk era digital, dengan kata lain buku itu kita miliki disini tetapi bisa di seluruh dunia, itu lewat aplikasi yang kita bangun itu,” Tandasnya.

REPORTER: ODEK

PUBLISHER: MAS’UD

Radio FM VOA Amerika Serikat Bahasa Indonesia DMCA.com Protection Status VOA TV Bahasa Indonesia Piala Dunia di Rusia adalah yang termahal, dengan biaya sekitar 15 miliar dolar, yang antara lain dipakai untuk membangun beberapa stadion besar baru, jaringan rel kereta api dan perbaikan bandara. Ini kesempatan untuk meningkatkan citra global Rusia, namun apakah berdampak baik bagi warga Rusia?

TEGASCO

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas

Show Buttons
Hide Buttons