Warga Desa Tolak Pembangunan TPA  Modern

Warga Desa Tolok Pembangunan TPA  Modern
Sejumlah warga desa ppasang badan menolak pembangunan TPAM di MUna FOTO : LA ODE AWALUDDIN

tegas.co., MUNA SULTRA – Sejumlah warga di kelurahan Sidodadi dan desa Wawesa, kecamatan Batalaiworu, kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) menolak rencana Pemerintah setempat membangun Tempat Pembuangan Sampah Modern (TPAM) secara permanen, Rabu (27/9/2017).

Padahal, TPAM tersebut yang terletak disekitar kelurahan Sidodadi dan Desa Wawesa, dilangsungkan proses pembangunan. Penolakan mengemuka saat Pemkab Muna belum melakukan sosialisaisi lebih awal kepada warga sekitar.

Berlangganan berita tegas.co silahkan isi form di bawah ini

“Penolakan warga terhadap pembangunan TPAM sangat wajar, Sebab tanpa ada pemberitahuan lebih awal. pemerintah terkesan melakukan tindakan se enaknya saja, tidak memikirkan dampak bagi warga yang tinggal di sekitar lahan tempat pembangunan TPAM nantinya,”kata Zakariah mewakili warga sekitar.

Warga berharap agar mengkaji ulang rencana pembangunan TPAM tersebut,“Kami mohon kepada Pemkab untuk dikaji ulang lagi rencana pembangunannya. Yang kami persoalkan, kenapa lokasinya dekat dengan permukiman warga yang berjarak kurang dari satu kilometer. Persoalan sampah selalu menimbulkan bau tak sedap dan lalat,”tambah Zakariah.

Dikatakan tindakan pemkab ini sangat disesalkan karena seharusnya rencana pembangunan TPAM itu melibatkan masyarakat, agar lokasinya tidak berada di daerah pemukiman.

“Kami belum sampai diberi tawaran apakah setuju atau tidak? Kalau diberi tawaran, optomatis kami menolak,”kata Warga Sidodadi tersebut saat ditemui wartawan di lokasi.

Dia juga menambahkan apa bila tetap dilaksanakan pembangunan TPAM, mereka tidak segan-segan melakukan tindakan apa saja agar pembangunan itu tidak berlangsung di wilayah mereka.

Di tempat terpisah, Lurah Sidodadi, La ode Salimu membenarkan keluhan masyasarakat. Ia mengaku pembangunan TPAM di wilayah kelurahan Sidodadi tanpa ada konfirmasi  terhadap pemerintah Kelurahan Sidodadi, sehingga warga mendatangi kelurahan menanyakan terkait pembangunan TPAM tersebut.

“Kita juga tidak tau  menau soal pembangunan TPAM di wilayah Kelurahan Sidodadi, persoalan itu kami mengetahui setelah warga mendatangi kelurahan menayakan persoalan itu,”kata La Ode Salimu.

Tapi, tambah Luruh ini, memang banyak warga yang menolak di sini. Apalagi, warga yang jaraknya relatif dekat dengan TPAM,”Warga kelurahan Sidodadi dan warga desa  Wawesa,”ungkap lurah ini.

Maka dari itu, sambung La Ode Salimu, warga di kelurahananya jelas-jelas menolak rencana pembangunan TPAM secara permanen seluas 12 hektare.

Selain itu, meminta kepada pemkab agar segera turun ke lokasi bertemu langsung dengan warga yang menolak pemabngunan TPAM tersebut, agar dapat dibicarakan bagaimana baiknya.

Dia berharap dapat diselesaikan secara baik-baik, sebelum menjadi besar permasalahan tersebut,“Dan kami dari kelurahan hanya menyampaikan aspirasi masyarakat soal penolakan itu,”tutupnya.

LA ODE AWALUDDIN

PUBLISHER : MAS’UD

Radio FM VOA Amerika Serikat Bahasa Indonesia DMCA.com Protection Status VOA TV Bahasa Indonesia Piala Dunia di Rusia adalah yang termahal, dengan biaya sekitar 15 miliar dolar, yang antara lain dipakai untuk membangun beberapa stadion besar baru, jaringan rel kereta api dan perbaikan bandara. Ini kesempatan untuk meningkatkan citra global Rusia, namun apakah berdampak baik bagi warga Rusia?

TEGASCO

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas

Show Buttons
Hide Buttons