Example floating
Example floating
Berita UtamaSultra

Sekelompok Mahasiswa Kendari Aksi Damai Bela Negara

1106
×

Sekelompok Mahasiswa Kendari Aksi Damai Bela Negara

Sebarkan artikel ini
Sekelompok Mahasiswa Kendari Aksi Damai Bela Negara FOTO : JUSRAN
Sekelompok Mahasiswa Kendari Aksi Damai Bela Negara FOTO : JUSRAN

tegas.co KENDARI – Sekelompok mahasiswa dari Front Mahasiswa Persatuan Nasional Sultra melakukan aksi damai Bela Negara dan Parade Kebudayaan Nusantara dengan mengusung tema Toleransi untuk Kemanusiaan, Jum’at, (25/11/16) sore.

Aksi yang dimulai dari Stadion Lakidende pukul 14.00 Wita itu  diikuti oleh beberapa organisasi nasional dan daerah yang ada di Sultra (PMII,  GMNI,  PMKRI,  KMHDI,  LMND,  GMKI,  BAKAR-SULTRA,  HMP dan SAMUDRAH-SULTRA) dengan jumlah masa ditaksir mencapai ratusan orang. Aksi baru berakhir pukul 18.00 Wita sore hari itu juga.

Dalam aksi,  selain orasi ilmiah dari perwakilan-perwakilan lembaga,  para demonstran juga mempertontonkan sejumlah tradisi kebudayaan Indonesia dan sejumlah penampilan seni tentang persatuan Indonesia.

“Kami sengaja menampilkan salah satu budaya dari Muna, untuk memperkenalkannya kepada masyarakat, itu merupakan persembahan dari kami,  bahwa kami siap mempertahankan NKRI”ungkap Aziz Tumada,  salah satu pelakon dari Bakar-Sultra.

Pertunjukan-pertunjukan kebudayaan ini,  diharapkan dapat meminimalisir atau menghilangkan pemikiran yang berbau SARA di kalangan masyarakat. Hal ini dilakukan,  mengingat banyaknya upaya propaganda yang muncul diberbagai media untuk memecah belah Indonesia dengan memanfaatkan isu-isu Nasional yang sedang panas saat ini (masalah Ahok-red).

“Patut diwaspadai,  gerakan-gerakan ekstrimis-redikal yang anti NKRI sekarang telah merong-rong Indonesia dengan terang-terangan. Kami menilai, persoalan kasus Ahok kemarin,  telah dimanfaatkan oleh oknum-uknum ini untuk memecah belah persatuan NKRI” ucap Muhiddin Nur selaku Ketua PKC PMII Sultra.

Aksi ini juga mendapat apresiasi positif dari masyarakat, menurut Baim salah satu pengguna jalan yang sempat berada di lokasi aksi,  aksi yang dibangun berbeda dengan aksi-aksi masa lain,  karena ada parade kebudayaan yang menghibur masyarakat.

JUSRAN/NAYEF

error: Jangan copy kerjamu bos