Example floating
Example floating
Iklan ramadhan 2024 arkam
Adat BudayaBerita UtamaDaerahHukum

Bukan Karena Uang “Panai” tapi Kawin Lari Berujung Penganiayaan

830
×

Bukan Karena Uang “Panai” tapi Kawin Lari Berujung Penganiayaan

Sebarkan artikel ini

tegas.co., BANTAENG – Sebuah peristiwa kawin lari nyaris membuat keluarga pria dan keluarga wanita pelaku kawin lari itu bentrok. Perkara ini terjadi  di Kampung Panoang, Desa Baruga, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, Selawesi Selatan, Jum’at (16/12/16) Pukul 14.00 Wita.

Bukan Karena Uang “Panai” tapi Kawin Lari Berujung Penganiayaan FOTO : SYAMSUDDIN

Awal kejadian bermula saat Irda yang dibawa lari oleh Tompo yang tak lain tetangganya sendiri dikembalikan ke ruamh orang tuanya. Lina, sang ibu yang merasa tercoreng atas perbuatan Irda anaknya itu. Tak tahan menahan malu, Lina lantas memukul Irda.

Aksi pemukulan ini kontan membuat keluarga Tompo marah menyerang rumah orang tua Irda lewat pintu belakang. Peristiwa penyerang itu melukai muka Sakri, paman Irda.

“Saya memukul anakku karena sudah membuat malu orang tua dan keluarga. Tidak ada niat menghakimi anakku sendiri. Saya juga tidak menyangka hal ini menjadi masalah besar dan nyaris saling bertikai,” jelas Lina, ditemui di Polsek Pa’jukukang.

Dua keluarga yang nyaris bentrok itu berhasil diamankan oleh ratusan personil kepolisian Polres Bantaeng.

Lina selanjutnya diamankan di Polsek Pa’jukukang dan keluarga yang lainnya dibawa ke Mapolres Bantaeng untuk dimintai keterangan.

Sedangkan H. Jufri, ayah Irda dilarikan ke rumah sakit karena shock dan jatuh pingsang melihat kejadian

SYAMSUDDIN/MAS’UD/NAYEF

error: Jangan copy kerjamu bos