Mensos RI Bawakan Matakuliah Umum di IAIN

tegas.co, KENDARI, SULTRA- Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indah Parawansa memberiakan kuliah umum dengan bertema, Urgensi peran perguruan tinggi Islam dalam menanggulangi masalah masalah sosial untuk mahasiswa Institusi Agama Islam Negri (IAIN) Kendari, jumat (14/4).

menteri Sosisal RI Kofifah indar parawansah saat memberikan mata kuliah umum di IAIN Kendari. FOTO : BAIM. J
Menteri Sosisal RI Kofifah indar parawansah saat memberikan mata kuliah umum di IAIN Kendari.
FOTO : BAIM. J

Disaat memberikan materi mata kuliah Umum, Khofifah menyampaikan, agar dapat mengatasi kemiskinan dan ketimpangan dalam penggunaan narkoba yang setaip kalinya memakan biaya pembelian 72 triliun tergunakan untuk hal tersebut.

“Hal ini agar ketimpangan ini, kita jadikan pekerjaan rumah bersama karna penggunaan dana dana ini alangkah lebih baiknya digunakan untuk pembangunan saranan prasarana pendidikan,” Unjarnya dihadapan mahasiswa IAIN,  Jum,at (14/4).

Menurutnya, Kementrian Sosial RI menginginkan agar selain menghadapi narkoba juga perlu adanya perhatian terhadap maraknya minuman keras di kalangan masyrakat khususnya anak anak muda, dimana penyelenggaraan bidang kesejahteraan sosial agar bersama sama melihat kebutuhan partisipasi kampus untuk membangun seluruh percepatan kesejahteraan sosial mulai dari Sultra untuk Indonesia.

“Yang kita liaht sekarang ini banyaknya kemiskinan dan ketimpangan dini disultra dan yang paling sering muncul adalah kok ada orang miskin tapi nggak dapat PKA,”Ttuturnya.

Khofifah menjelaskan, Ranah yang berperan dan sumber menjadi ketimpangan, disini dapat dilihat adanya kesempatan pendapatan 73, 8% pendidikan akan menjadi pemicu SPP diperguruan tinggi menjadi naik dam kemudian sal penghasilan akan mejdai tinggi 80% maka menjadi bagian ketimpangan pendapayan yang merupakan bagian penting.

“Ini upaya untuk mengurangi ketimpangan sosial yang pertama itu pemberantasa korupsi, yang kedua pemerintah harus lebuh bekerja lebih baik dan seterusnya,”Tandasnya.

BAIM J / HERMAN

Komentar