Example floating
Example floating
Iklan ramadhan 2024 arkam
Berita UtamaDaerahSultra

Kartini Massa Kini, Ibu Penambal Ban Pahlawan Keluarga

750
×

Kartini Massa Kini, Ibu Penambal Ban Pahlawan Keluarga

Sebarkan artikel ini

tegas.co, KENDARI, SULTRA – Hari ini 21 April 2017, dimana hampir di seluruh Nusantara ini memperingati hari kelahiran Raden Ajeng Kartini. RA Kartini merupakan sosok perempuan   yang membawa perubahan bagi perempuan dari gelap terbitlah terang dengan emansispasi wanitanya.

Kartini masa kini. Ati seorang ibu yang kesehariannya sebagai penambal ban di dedikasikan sewbagai pahlawan keluarga. FOTO : FT
Kartini masa kini. Ati seorang ibu yang kesehariannya sebagai penambal ban di dedikasikan sebagai pahlawan keluarga.
FOTO : FT

Seperti emansipasi wanita yang ditunjukkan Ati seorang ibu dari enam orang anak bekerja sebagai penambal ban untuk mengongkosi seluruh kebutuhan keluraganya.

Warga kelurahan Mangga Dua, kecamatan kendari, Kota kendari, provinsi Sulawesi Tenggara  ini sudah tiga tahun ini menjalani profesi sebagai tukang tambal dan servis ringan kendaraan roda dua.

Pekerjaan ini terpaksa ia lakukan untuk membantu suaminya mencari nafkah, yang pekerjaanya sebagai buruh serabutan dengan  penghasilan yang tidak menentusehingga tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anaknya .

Beginilah kondisi Ati (43)  Kartini masa kini sebagai seorang perempuan, dirinya tidak tebang pilih melakukan pekerjaan yang seharusnya di kerjakan seorang laki-laki dengan keahlian khusus.

Pekerjaan sebagai tukang tambal ban dan servis ringan kendaraan roda dua dilakukan selain untuk membantu suami dalam menafkahi kebutuhan rumah tangga, perempuan ini juga tidak memiliki pekerjaan lain, selain keahlaiannya untuk turut menambal ban di bengkel kecil meiliknya.

Ati mengaku, pekerjaan yang digelutinya itu tidak pernah malu dan mengeluh melakukan pekerjaan ini, meskipun menurutnya pekerjaan ini berat di lakukan, karena membutuhkan keahlian khusus dan tenaga yang ekstra kuat.

Penghasilan yang di hasilkan setiap harinyapun bervariasi, kadang Rp. 100 ribu  bahkan Rp 50 ribu terkadang juga tidak ada pendapatan dalam sehari. Namun ia tetap semangat menjalankan pekerjaanya demi untuk masa depan keluarganya.

Kisah ibu ati ini merupakan salah satu contoh pahlawan keluarga, sebagai seorang perempuan ia mampu melakukan pekerjaan yang selayaknya di lakukan seorang pria. Dirinya tak pernah mengeluh dan merasa lelah demi untuk mencukupi kebutuhan hidup dan membahagiakan keluarganya.

Selamat Hari Kartini perjuanganmu tidak akan pernah dilupakan oleh Negara ini.

FT / HERMAN

Terima kasih

error: Jangan copy kerjamu bos