Example floating
Example floating
Iklan ramadhan 2024 arkam
Berita UtamaDaerahTegas.co Nusantara

LKiS: Kartini Saat Ini Harus Lebih Peka dan Selalu Membuat Perubahan

800
×

LKiS: Kartini Saat Ini Harus Lebih Peka dan Selalu Membuat Perubahan

Sebarkan artikel ini

tegas.co, YOGYAKARTA – Raden Ajeng Kartini, menjadi tokoh pelopor lahirnya emansipasi perempuan di Indonesia. Berkat perjuangannya, RA Kartini, ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, dan Hari lahir emansipasi perempuan, selalu diperingati pada tanggal 21 April.

LKiS: Kartini Saat Ini Harus Lebih Peka dan Selalu Membuat Perubahan
Pahlawan Nasional, Raden Adjeng Kartini. FOTO: INT

Hari Kartini tahun ini, banyak diperingati Instansi Pemerintah, Aktivis, Organisasi, Yayasan, yang memang concern memperjuangkan hak-hak wanita-wanita di Indonesia.

Dewi Nur Hasanah, Koordinator Kajian dan Gender Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS), menyebut Kartini adalah seorang pelopor perubahan Emansipasi kaum perempuan saat ini.

“Kontribusi teman-teman wanita saat ini sudah terlihat adanya perkembangan yang signifikan antara masa lalu dan sekarang. Terlepas dari masih ada saja sebagian perempuan yang tertindas” jelasnya.

Dewi menambahkan, saat ini wanita-wanita Indonesia, sudah menjadi seperti seorang wanita yang pernah dibayangkan oleh Kartini sejak 100 tahun lalu.

Harapannya, kartini-kartini saat ini, selalu membuat perubahan, tapi tetap peka terhadap semua bentuk-bentuk pelanggaran hak-hak perempuan.

“Kartini kartini saat ini harus lebih selalu peka terhadap segala wacana dan terhadap semua bentuk tentang pelanggaran hak-hak perempuan juga memiliki keberanian untuk melakukan gerakan perubahan” imbuhnya.

Selain itu, Dewi menegaskan, perempuan tidak bisa melakukan perubahan, jika di dalam dirinya tidak memiliki kemauan.

“Untuk melakukan perubahan harus memiliki modal awal. Modal awal yang terpenting itu adalah kemauan. Perempuan tidak mungkin akan berubah jika tidak tumbuh kesadaran dalam dirinya untuk membuat perubahan” tutupnya.

NADHIR ATTAMIMI

PUBLICIZER: MAS’UD

Terima kasih

error: Jangan copy kerjamu bos