Terima kasih atas kunjungan anda di TEGAS.CO
Home > Berita Utama > Bayi Penderita Atresia Bilier Butuh  Biaya Rp 1,7 M

Bayi Penderita Atresia Bilier Butuh  Biaya Rp 1,7 M

tegas.co, TEGAL, JATENG – Seorang bayi berusia delapan bulan di Tegal Jawa Tengah menderita  penyakit Atresia Bilier atau penyumbatan saluran empedu. Kondisi ini mengharuskan bayi ini menjalani transplantasi hati dengan biaya lebih dari satu milyar rupiah.

Bayi bersusia delapan Bulan Mikaila yang menderita penyakit Atresia Bilier atau penyumbatan saluran empedu membutuhkan biaya Rp. 1, 7 M untuk operasi transpalasi hati. FOTO : RAKHMAWATI
Bayi bersusia delapan Bulan Mikaila yang menderita penyakit Atresia Bilier atau penyumbatan saluran empedu membutuhkan biaya Rp. 1, 7 M untuk operasi transpalasi hati. FOTO : RAKHMAWATI

Nasib malang dialami bayi  bernama Mikailla Adzana, anak ketiga  pasangan suami istri Abdul Sampang (35) dan Pasichatun (33) warga desa Demangharjo  RT 08 RW 01 kecamatan Warureja kabupaten Tegal  Jawa Tengah.

Bayi berusia delapan bulan ini hanya bisa tergolek lemah di tempat tidur akibat menderita penyakit atresia bilier atau penyumbatan saluran empedu. Sejak lahir kulit tubuh  bayi mungil ini berwarna kuning,  tinja berwarna putih dan air kemih keruh.

‘’Saat periksa ke bidan, bidan memberi saran agar anak saya rutin dijemur dan ASI diperbanyak seperti bayi-bayi baru lahir lainnya,’’Ujar Pasichatun kepada awak media ini, Senin (3/4).

Namun hingga usia dua bulan kondisi Mikailla belum membaik. Bidan kemudian merujuk ke dokter spesialis.  Setelah melakukan cek darah, dokter menyimpulkan Mikaila mengalami kelainan pada hati. Mikaila kemudian menjalani beberapa tes dan tindakan medis di RSUP Kariadi Semarang.

Kondisi kesehatan Mikaila Adzani,  bayi berusia delapan bulan ini semakin memprihatinkan, tubuhnya semakin melemah dan berat badan balita ini terus menurun dibawah 10 kilogram.

Abdul Sampang dan Pasichatun  hanya bisa pasrah menerima keadaan yang menimpa anak ketiganya itu, mereka berharap adanya bantuan dari para dermawan  untuk biaya operasi transplantasi hati anaknya sebesar 1,7 milyar rupiah.

Penggalangan Dana

Sejumlah sukarelawan dari berbagai komunitas yang mengetahui kondisi Mikaila tergerak melakukan gerakan penggalangan dana di bawah bendera “Tegal Peduli Mikaila.”

Theocracy, Koordinator Tegal Peduli Mikaila menjelaskan, Atresia Bilier merupakan penyakit langka dengan perbandingan 1:10.000-15.000 dari kelahiran bayi hidup dan lebih sering terjadi pada jenis kelamin perempuan.

“Mengingat kondisi penyakit langka dan memerlukan biaya yang besar, kami tergerak mengumpulkan dana  untuk biaya pengobatan Mikaila,”Ujar salah seorang sukarelawan pengumpul dana untuk Mikaila.

Menurutnya biaya sebesar  Rp 1,7 miliar merupakan tersebut bisa kurang dan bisa lebih. Dan BPJS hanya bisa menanggung biaya sekitar 250 juta rupiah.

Saat ini Mika masih dalam perawatan sebelum menjalani operasi di RSCM Jakarta. Bagi  para dermawan yang akan memberikan bantuan bisa menghubungi sukarelawan melalui nomor ponsel 081225100898 atau 08156667367 untuk informasi lebih lanjut.

NURAKHMAWATI / HERMAN

Top
error: Content is protected !!
Whats'App TEGAS