Gudang Bulog Konsel Diresmikan, Petani Akan Diberikan Pendampingan Cara Memproduksi Beras Berkualitas

Gudang Bulog Konsel Diresmikan, Petani Akan Diberikan Pendampingan Cara Memproduksi Beras Berkualitas
Sekda Konsel, H. Sjarif Sajang dan Direktur SDM dan Umum Perum Bulog, Bagya Mulyanto foto bersama usai acara peresmian Gudang Bulog Lalobao-Konsel. FOTO: HUMAS PEMDA KONSEL

tegas.co. KONAWE SELATAN, SULTRA – Gudang Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra), yang berlokasi di Desa Lalobao, Kecamatan Tinanggea, diresmikan, Selasa (19/02/2019).

Peresmian ini dilakukan setelah kurang lebih 9 bulan pelaksanaan pembangunannya. Dimana peletakan batu pertama dilakasanakan pada 2018 lalu, anggaran pembangunannya dengan menggunakan anggaran Perum Bulog Pusat.

Direktur SDM dan Umum Perum Bulog, Bagya Mulyanto mengaku berterima kasih kepada Pemda Konsel yang telah menghibahkan tanah seluas kurang lebih 4 hektar kepada Perum Bulog. Dan telah dimanfaatkan untuk pembangunan gudang baru seluas 0,7 hektar, yang terdiri dari bangunan gudang kapasitas 2.000 ton, kantor, laboratorium pemeriksaan kualitas, rumah jabatan kepala gudang, Musholah, toilet umum dan pos jaga.

“Kehadiran gudang bulog ini menambah unit dan kapasitas gudang yang dimiliki Bulog Divre Sultra, dari kapasitas sebanyak 32.500 ton dan 14 unit menjadi 34.500 ton dan 15 unit yang tersebar di Kendari, Unaaha, Kolaka, Bombana, Bau-Bau, Raha dan Wanci,” papar Bagya, Selasa (19/02/2019).

Gudang yang sudah modern ini, sambung Bagya, akan di kelola oleh Kansilog Bombana yang nantinya kendaraan truk dapat bongkar muat komoditi beras langsung dalam gudang. Tentunya kita berharap gudang ini bisa bermanfaat besar bagi petani dan pelaku usaha penggilingan di daerah ini.

“Yang mana saat ini stok beras di gudang-gudang Bulog masih aman dan tersedia untuk 6,6 bulan kedepan, yakni sebanyak 9.200 ton dengan alokasi Rastra 1.350 ton/bulan,” sambung Bagya.

Bagya juga menjelaskan, untuk mekanisme pendistribusian beras akan diatur sebaik mungkin sesuai asas manfaat masing-masing beras tersebut. Seperti jenis beras Bansos dan Komersil, jika komersil kita akan membeli langsung dengan harga layak di tingkat petani.

Selain itu, tambah Bagya, untuk meningkatkan kualitas beras daerah ini, Bulog akan bekerjasama dengan Pemda untuk memberikan pendampingan kepada petani bagaiamana memproduksi beras yang berkualitas, sehingga bisa di pasarkan ke Provinsi lain apalagi saat ini kualitas beras Konsel sangat baik.

Sedangkan Sekda Konsel, Sjarif Sajang sangat mengapresiasi atas pengoperasian gudang Bulog tersebut di lokasi tanah yang di wakafkan Pemda Konsel. Dengan harapan hasil produksi pertanian seperti Jagung dan Padi bisa meningkat dan dibeli oleh Bulog dengan harga lebih tinggi, sehingga menjamin kehidupan ekonomi masyarakat petani sejalan dengan salah satu fungsi Perum Bulog, yakni pengendalian harga.

“Dengan adanya gudang ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas, yang dapat menampung hasil pertanian dengan harga yang tidak bisa dimainkan oleh para calo. Karena setelah panen bisa langsung dimasukan kesini dengan terlebih dahulu di cek tingkat kadar airnya melalui laboratorium yang telah disiapkan,” jelas Sjarif.

Untuk diketahui, anggaran pembangunan komplek pergudangan Bulog ini menelan biaya sebesar 11,5 miliar. Dan selain penyerapan Gabah dan Jagung yang di himpun dari masyarakat, Bulog Lalobao-Konsel juga menyediakan komoditi komersial berupa beras, gula, terigu, minyak goreng untuk didistribusikan kemasyarakat luas

Acara peresmian Gudang Perum Bulog ini turut dihadiri Kadiv Umum Perum Bulog, Langgeng Wisnu, Kepala Perum Bulog Divre Perum Bulog Sultra Kusmiawan, Ketua DWP Konsel Hj Ariyati Sjarif, unsur Forkopimda dan para pimpinan OPD dan disaksikan ratusan masyarakat setempat.

PUBLISHER: MAHIDIN