Rentetan Kasus Kriminal yang Tak Pernah Hilang, Dimanakah Perlindungan Keamanan dalam Sistem Kapitalisme

Rentetan Kasus Kriminal yang Tak Pernah Hilang, Dimanakah Perlindungan Keamanan dalam Sistem Kapitalisme. Dok: Ernawati

TEGAS.CO,. NUSANTARA – Sungguh sangat mengerikan rentetan kasus kriminal di negeri ini yang tak ada henti-hentinya.

Kasus pembunuhan mutilasi terjadi secara berangsung-angsur belum selesai satu kasus pembunuhan sadis muncul lagi kasus mutilasi lainnya.

Polisi menunjukan tersangka pembunuhan dan mutilasi, saat jumpa pers ungkap kasus mutilasi di Polda Yogyakarta, Rabu (22/03)

Polisi telah menangkap pelaku yang memutilasi seorang perempuan menjadi puluhan bagian di Kaliurang, Yogyakarta.

Kasus pembunuhan diikuti mutilasi ini merupakan setidaknya yang ketiga dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, beberapa hari lalu polisi juga menangkap pelaku pembunuhan yang memutilasi korban menjadi empat bagian di sebuah apartemen di Tangerang, Banten lalu dibuang di beberapa lokasi yang berbeda.

Di penghujung tahun lalu, polisi juga mengungkap pembunuhan yang diikuti mutilasi di apartemen Taman Rasuna, Jakarta (sumber: detik.com)

Motif dari ketiga mutilasi tersebut beragam, mulai dari masalah ekonomi hingga hubungan asmara.

“Untuk kasus pembunuhan dan mutilasi, pasti ada kendala dalam hidup pelaku, apakah kasus pribadi atau lainnya. Dan pelaku tidak mampu mengendalikan diri sehingga mengambil jalan pintas dengan membunuh. Lalu takut terjerat hukum maka melakukan mutilasi,” kata sosiolog kriminalitas yang telah purnatugas dari Universitas Gadjah Mada, Soeprapto

Faktor kriminalisasi menunjukkan kajahatan juga berasal dari faktor individu seperti kemiskinan, kerakusan akan harta maupun lemahnya iman yang membuat mudah sakit hati bahkan dalam hal sepele.

Padahal ini disebabkan cara pandang masyarakat yang dipengaruhi oleh sekularisme kapitalis sistem yang memisahkan kehidupan dari agama, sehingga manusia hanya mengedepankan ego dan capaian materi.

Inilah mengapa para pelaku kejahatan seperti ini begitu mudah melakukan hal-hal di luar akal sehat manusia, yah walaupun sebenarnya tidak dipungkiri lagi ketika faktor kemiskinan dan masalah pribadi menjadikan mereka begitu tega dan sadis menghabisi nyawa manusia.

Hal itu dikarenakan tidak adanya jaminan kesejahteraan pada masyarkat sudah sangat  jelas, kemiskinan semakin hari semakin tinggi, pengangguran, dan terutama para pejabat karuptor, pejabat yang menjanjikan kesejahteraan yang katanya mengayomi dan membangun lapangan kerja untuk masyarakat hanya manis di bibir saja.

Begitu rusaknya aturan kehidupan ini menjadikan kita semakin jauh dari aturan islam, menjadikan manusia acuh tak acuh akan pentingnya menjaga ikatan persaudaraan dalam islam, hidup individualis dan materialistik menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan harta atau memuaskan nafsu dendam nya.

Apalagi hukum sekularisme yang lemah saat ini juga sangat berpengaru terhadap meningkatnya kasus kajahatan kriminal, dimana sistem ini tidak tegas sama sekali, tdk menjerakan pelakunya.

Sudah jelas pembunuhan atau bahkan kejahatan-kejahatan lain yang sangat  membahayakan masyarakat hanya diberi sanksi penjara, padahal dalam sistem islam yang tegas pembunuhan akan di beri sanksi sesuai perbuatannya.

Padahal betapa indahnya hidup dalam nanungan islam dengan aturan islam dan dengan seorang pemimpin yang tegas, kehidupan tidak akan dipenuhi dengan kasus-kasus pembunuhan dimana mana.

Hanya sistem islam lah yang terbukti mampu memberi jaminan  keamanan dengan memberikan hukuman yang tegas pada para pelaku kejahatan sadis agar mereka merasakan efek jera dari perbuatannya.

Sanksi itu diperintahkan langsung oleh Allah SWT, berbeda dengan sistem demokrasi saat ini, dimana hukum dibuat oleh manusia itu sendiri dan mirisnya masyarakat dipaksa tunduk dengan aturan buatan manusia yang tidak adil dan tak ada solusi tuntas dari hukum yang diberlakukan.

Oleh karna itu sudah saatnya umat ini sadar akan pentingnya aturan dari sang pencipta Allah SWT, dan tidak tunduk lagi dengan aturan yang terlahir dari sistem rusak yang memisahkan agama dari kehidupan, karena bangkitnya umat yang kuat akan merobohkan segala kerusakan.

Penulis: Ernawati

Editor: Redaksi

Komentar