Example floating
Example floating
Berita UtamaKendari

Tingkatkan Kinerja Melalui Digitalisasi, Pemkot Kendari Launching 16 Inovasi Daerah

344
×

Tingkatkan Kinerja Melalui Digitalisasi, Pemkot Kendari Launching 16 Inovasi Daerah

Sebarkan artikel ini
Penjabat Walikota Kendari, Asmawa Tosepu yang ditemui usai launching 16 inovasi daerah di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Rabu (25/10). dok: dion/tegas.co

TEGAS.CO,. KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Penjabat (Pj) Walikota resmi melaunching 16 inovasi daerah untuk meningkatkan kinerja pemerintah melalui digitalisasi.

Giat tersebut dilaksanakan di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Rabu (25/10).

Penjabat Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengatakan 16 inovasi ini adalah karya reformer yang merupakan peserta dari Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKN) angkatan 9 dan 10 tahun 2023 yang di sebut PIM III.

Asmawa menyampaikan bahwa dari 16 inovasi yang diluncurkan, semuanya bertujuan untuk mempermudah pelaksanaan pekerjaan sehari-hari sesuai dengan tugas tiap-tiap unit kerja.

“Saya memberikan penegasan bahwa inovasi ini harus terus menerus di kembangkan tidak berhenti pada saat launching saja,” kata Asmawa Tosepu yang ditemui usai launching.

Ditekannya juga, inovasi tersebut harus betul-betul di aplikasikan, implementasikan, dan direplikasi oleh unit kerja lain

“Saya juga berterima kasih terhadap pimpinan OPD yang telah memberikan kesempatan kepada para penemu untuk mengikuti pendidikan ini dan mudah – mudahan hasil dari pendidikan PIM III ini akan memberikan kontribusi positif dalam peningkatan tata kelola pemerintahan di Kendari,” ucap Asmawa.

Salah satu inovasi yang dilaunching adalah aplikasi atau sistem yang dikembangkan oleh Camat Wua-wua yang bernama Lorong Momahe.

Aplikasi Lorong Momahe tersebut bertujuan untuk mempermudah kegiatan dalam rangka penanganan kebersihan di wilayah Kota Kendari.

“Meski demikian, sistem informasi lainnya juga memang tujuannya untuk mempermudah pekerjaan,” ujarnya.

“Paling utama adalah memotong, memperpendek kendali birokrasi dan menghindarkan dari potensi Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) karena dengan sistem itu, tidak perlu lagi berhadapan secara langsung sehingga ruang – ruang gelap yang ada selama ini bisa terpotong dan ditiadakan,” tutup Asmawa.

Penulis: Dion Pramono

Editor: Yusrif

Terima kasih

error: Jangan copy kerjamu bos