Example floating
Example floating
BeritaBerita UtamaKendariSulawesi Tenggara

Sosialisasi program kampung iklim Kota Kendari Tahun 2023

261
×

Sosialisasi program kampung iklim Kota Kendari Tahun 2023

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi program kampung iklim Kota Kendari Tahun 2023
Ratna sakay kabit lingkungan hidup

TEGAS.CO,. KENDARI – Program kampung iklim (proklim) kota Kendari 2023 yang di sosialisasikan di ruang rapat Wali Kota Kendari, Selasa (28/11/23).

Sosialisasi ini di hadiri 11 camat Kota Kendari kemudian ada 4 lurah dan unsur masyarakat yang menjadi penggiat-penggiat lingkungan di 4 kelurahan dalam hal ini Abeli Dalam, Watu-watu, Puwatu dan Tipulu.

Ratna Sakay, Kabit Lingkungan Hidup menyampaikan Tujuan utama Proklim ini mengatasi dan mendorong masyarakat untuk adaptasi terhadap perubahan-perubahan.

Iklim ini juga merupakan sesuatu yang nyata tetapi tidak semua kita siap dengan perubahan iklim, sehingga kita melakukan sosialisasi untuk mendorong masyarakat agar lebih adaktif dan melakukan langkah-langkah metigasi.

“3 poin utama untuk program kampung iklim yang pertama itu adalah upaya adaptasi, kedua upaya metigasi, ketiga kelembagaan masyarakat dan dukungan keberlanjutan 3 aspek ini yang kita lihat kesiapan setiap kampung iklim,” Tuturnya.

Proklim ini di tetapkan oleh bapak presiden sampai tahun 2024 sebanyak 20 ribu di seluruh indonesia.

“Di kota kendari kita dapat laporan satu tahun lalu itu di Abeli dalam, nah untuk tahun ini menambah 3 kampung iklim yaitu Watu-watu, Tipulu dan Puwatu,” Katanya.

Ratna menambahkan sudah banyak penelitian membuktikan bahwa suhu bumi terus meningkat, itu suatu keniscayaan yang tidak bisa kita naffikkan. nah sekarang kita harus bisa beradaptasi bukan saja meminimalisir dampak negatifnya justru kita mengambil keuntungan untuk mendapatkan nilai manfaat ekonomi maupun manfaat sosial dari perubahan iklim itu, di tingkat tapak bukan program yang mengarang-ngarang skalanya, 2 paling rendah skala RW dan paling tinggi skala kelurahan.

 

Penulis : Hastanti Talib

Editor : Dion Pramono

Terima kasih

error: Jangan copy kerjamu bos