Example floating
Example floating
Iklan ramadhan 2024 arkam
BeritaBerita UtamaKonawe KepulauanSulawesi Tenggara

Kemensos RI Salurkan Dana Hiba kepada Sanggar Puu Nii Konawe Kepulauan, ini harapnya

326
×

Kemensos RI Salurkan Dana Hiba kepada Sanggar Puu Nii Konawe Kepulauan, ini harapnya

Sebarkan artikel ini
Kemensos RI Salurkan Dana Hiba kepada Sanggar Nii Konawe Kepulauan, ini harapnya
Foto bersama kader sanggar Puu Nii

TEGAS.CO,. Konawe Kepulauan – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) Salurkan dana hibah kesanggar Puu Nii Konawe Kepulauan dimana anggaran yang digelontorkan tersebut akan di pergunakan sanggar Puu Nii untuk peningkatan Ekonomi kreatifitas serta peningkatan budaya tradisional.

Dana hiba yang di gelontorkan (Kemensos) pada dasarnya itu merupakan langkah dan terobosan baru yang dilakukan dalam upaya mencari bantuan dalam menyukseskan tahapan progres yang telah kami direncanakan melalui kesepakatan bersama kader sanggar seni Puu Nii.

Upaya peningkatan Ekonomi bagi masyarakat yang memiliki kreatifitas agar bisa menyalurkan bakat serta hasil kreativitasya agar memiliki daya jual yang sepadan, Ungkap A.Rais ketua Sanggar seni Puu Nii di kediamannya Jum’at (12/1/2024)

Selain itu kami juga fokus dalam pembinaan dan peningkatan Budaya Tradisional, serta adat istiadat seperti tari tradisional sosialisasi terkait pemahaman budaya yang kental terhadap masyarakat agar kita lebih dekat dan paham dengan budaya orang wawonii khususnya.

Melalui bantuan dana hiba dari Kemensos ini tentunya akan digunakan terutama fokus pada ekonomi kreatif bagi masyarakat untuk penguatan pada Budaya Tradisional.

“Anggaran dana hiba ini sangat bermanfaat. maka dari itu mewakili kader sanggar seni Puu Nii kami ucapkan terimakasih kepada Kementerian Sosial, serta kami juga mengajak masyarakat serta pemerintah daerah agar berkolaborasi bersama kedepannya,” Ujarnya.

“Dalam meningkatkan ekonomi kreatif serta budaya tradisional agar lebih maju dan mampu mendorong menjadikan Konawe kepulauan daerah yg kental akan budaya tradisionalnya,” tutupnya

Laporan : Arkam Asrulgazali

Editor : Dion Pramono

Terima kasih

error: Jangan copy kerjamu bos