Delegasi Unesco Ikuti Konferensi Internasional SeaBRnet ke-15 di Wakatobi

Delegasi Unesco Ikuti Konferensi Internasional SeaBRnet ke-15 di Wakatobi
Wakil Bupati Wakatobi Ilmiati Daud meninjau beberapa arsip sejarah maritim Wakatobi bersama delegasi UNESCO dalam acara Konferensi Internasional SeaBRnet di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Selasa (30/04/2024).

TEGAS.CO.,WAKATOBI – Sebanyak 128 delegasi dari tujuh negara se-Asia Tenggara ikut dalam kegiatan Konferensi Internasional SeaBRnet ke-15 di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kegiatan yang diprakasai United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari, 30 April – 2 Mei, di Wakatobi.

Konferensi internasional tahunan SeaBRnet ini di hadir 128 delegasi, diantaranya delegasi Kamboja, Malaysia, Philippine, Vietnam, Timur Leste, Jepang, Brunei Darussalam, dan Thailand termasuk Indonesia.

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara La Ode Fasikin mengatakan, konferensi internasional tahunan SeaBRnet ini dapat dijadikan sebagai ajang menjalin kerja sama antar lembaga pemerintah, non pemerintah, maupun semua pihak terhadap isu lingkungan dan pembangunan ekonomi- sosial.

“Kegiatan ini memberikan harapan baru bagi upaya kita dalam menjaga keanekaragaman hayati dan mempromosikan kegiatan sosial ekonomi di wilayah cagar biosfer di Asia Tenggara,” ungkapnya.

Menurutnya lagi, kegiatan tersebut bagian untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi bertukarnya ilmu pengetahuan, pengalaman, dan ide-ide inovatif yang akan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan cagar biosfer bumi.

“Kita berharap kegiatan ini menjadi awal baik bagi kolaborasi lebih erat dan hasil lebih bermanfaat bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Wakil Bupati Wakatobi, Ilmiati Daud mengatakan, apresiasi Pemda Wakatobi terhadap kegiatan Konferensi Internasional SeaBRnet sangat begitu dinanti-nantikan.

“Kita bersyukur kegiatan ini dapat dilaksanakan di Kabupaten Wakatobi,” ucapnya.

Ilmiati menjelaskan, Indonesia kaya dengan sejarah maritim-nya, dan khususnya Wakatobi sangat penting untuk kembali digali dan diceritakan.

“Kita berharap generasi kita selanjutnya akan melihat dan menengok ke belakang tentang jalur rempah. Karena di situ cikal bakal kita sebagai negara Nusantara,” ujarnya.

Laporan: Rusdin

Publisher : Dion

Komentar